Sunday, December 31, 2017

#Jejalan: Waduk Wonorejo

Beberapa hari yang lalu, aku lihat postingan di Instagram, yang caption-nya, kurang lebih seperti ini:
"Hayo ngaku cah...seenggaknya, walau sekali, kalian pasti pernah pacaran di Waduk Wonorejo"

Setelah baca postingan itu, pagi keesokan harinya, lagi-lagi Babang ngajakin pergi setelah Nyim bangun tidur. Kali ini tujuan jelas: Waduk Wonorejo. Dan cuma main ke sana sebentar karena Babang musti masuk kerja.


Ancer-Ancer
Mulai dari Perempatan Cuiri Kauman-Kalangbret ada plang Hotel Swaloh atau Waduk Wonorejo, ikuti saja - ke barat teruuuusssss - ada Jambooland yang sedang di bangun, masih ke barat terus - lurus terus ke barat ikuti jalan - mulai jalan menanjak berkelok-kelok - hingga ada pertigaan besar - belok kanan ada gapura Waduk Wonorejo - ikuti jalan sampailah ke pintu gerbang Waduk Wonorejo ^^

Ada Apa di Sana?
Aku selalu senang kalau diajakin pagi-pagi ke sini. Masih sepi. Kecuali hari Minggu karena pasti ramai orang jogging, entah jogging for real atau jogging ala-ala (jogging pake jins dan make up lengkap *ups*).

Yang berbeda adalah makin banyak penjual makanan: pentol, bakso, bakwan, rujak buah, minuman, warung makan, dan lain-lain. Tapi okelah...soalnya waduk ini di gunung yang jaraknya lumayan jauh dari rumah penduduk. Jadi agak susah malahan kalau ndak ada penjual makanan.

Tempat parkir, toilet, area memancing juga ada. Lebih turun ke bawah ada tempat cukup luas untuk tempat duduk pesepeda (Waduk Wonorejo jadi tujuan favorit klub sepeda).


Butuh Bujet Berapa?
Seperti biasa, bujet ini bergantung apa yang dibeli, tetapi kurang lebih seperti ini:
Tiket masuk 5.000 (aku gratis karena datang sebelum pukul 08.00 alias pagi-pagi banget sebelum loket buka)
Jajanan bervariasi mulai dari 2.000 - 20.000 mungkin yaaa ...
Sewa pancing 10.000
Parkir 2.000

Jadiiii ... ini bisa jadi ide yang bagus dan aman kalau pengin ngenalin anak dengan gunung atau alam. Atau mungkin sekedar jalan-jalan bareng keluarga, temen, pacar .... biar kamu dianggap gaul karena seenggaknya pernah sekali pacaran di Waduk Wonorejo ahahahahahah ^^

nb: sayangnya, ndak ada yang jual pernak-pernik khas Waduk Wonorejo: gantungan kunci, kaos, gelang, foto, dll...padahal aku lagi seneng ngumpulin kaos tempat wisata buat koleksi kaosnya Nyim :)

Tuesday, December 26, 2017

#MiniTutorial: Cara Print Saat Tinta Hitam Lagi Rusak/Kering/Habis atau Cara Print Hanya Pakai Tinta Warna

Ini kali pertamanya aku bikin tutorial yang agak serius. Yang mungkin bisa benar-benar membantu banyak orang hahahahah

Jadi, akhir tahun adalah hari-harinya SPJ. Yang bergelut di bidang perguruan pasti ngerti hal ini >.<
Dan sayangnyaaa .... printer di rumah lagi susah diajak kerja sama: cartridge hitam kering! Dan kalau nunggu beli baru, kayaknya kok ndak ada waktu (Babang lagi sibuk banget dan yang ngerti masalah beginian cuma Babang).

Kemudian aku browsing dan nemu di blognya ini. Ini coba aku bagi dengan bahasa dan pengertian aku sediri:

1. Buka file yang akan di print. Kemudian klik Office Button di pojok kiri atas. Klik Print. (Cara cepat: Ctrl + P)



2. Pilih menu Properties, klik Maintenance.



3. Pilih Ink Cartridge Setting, pilih Color Only.



4. Klik Ok, klik Ok lagi.

5. Selesai, tinggal print seperti biasa.

6. Nanti akan muncul dialog lagi sebelum proses mencetak, klik Ok.

7. Hasil cetakan pun muncul dan semuanya warna hitam. Yessss....

Begitulah caranya. Simpel kan? Ini membantu banget kalau misalnya kita sedang buru-buru ingin cetak dan ndak ada waktu buat beli tinta atau cartridge :)

Semoga mencerahkan yaaa ^^