Showing posts with label The Wedding. Show all posts
Showing posts with label The Wedding. Show all posts

Monday, March 9, 2015

Saya Terima Nikahnya


Alhamdulillah, tanggal 21 Februari 2015, aku resmi dan sah menjadi istri Babang.

Semoga pernikahan kami langgeng dan aku menjadi bidadari di dunianya serta akhiratnya. Amin :)

nb: menikmati masa-masa pacaran halal yang rasanya aduhay nian :D

Sunday, March 1, 2015

Kado Berpita Merah


Sepertinya baru kemarin kado berpita merah ini aku terima.

Terima kasih :)

Wednesday, February 11, 2015

Buat Calon Pengantin, Yuk Cek Kesehatan


Foto itu diambil beberapa menit setelah suntik TT. Yup, aku akan menikah ^^

Alhamdulillah. Setelah hampir 5 tahun, akhirnya aku bisa pacaran secara halal ^^

Tapi, seperti beberapa calon pengantin lain, sebelum sah menjalani pacaran halal itu, ada hal-hal yang harus dipenuhi. Aku sih ndak ngerasain ribetnya, tapi calon suami (ciyeh .. suami >.<) lah yang merasakan ribetnya urus ini-itu. Iya, dia asli Sumatra Utara yang notabene musti nyebrang laut kalau ingin menikah denganku *masih malu ini nulisnya >.<*

Tapi, cinta mengalahkan segalanya *ihirr*. Syarat-syarat itu satu per satu terpenuhi ^^

Hingga akhirnya ... tibalah bagian cek kesehatan.

Pada hari yang telah ditentukan, aku dan Babang (sebut saja Babang adalah calon suami aku >.<) datang ke Puskesmas Kauman (aku tinggal di Kecamatan Kauman). Setelah urus administrasi, kami diminta pergi ke bagian KIA untuk menjalani beberapa pemeriksaan. Cek BB, TB, LL, golongan darah, dan tensi darah. Khusus bagi calon pengantin wanita, plus tes urine dan suntik TT. 

Alhamdulillah, hasilnya masih negatif yang menandakan aku masih perawan ting-ting hahaha :))

Setelah semua rampung, ibu petugas KIA memberi 4 wejangan yang biasanya ditujukan kepada calon pengantin:
  1. Anda barus saja disuntik TT 3 .... (Aku lupa lanjutannya. Pokoknya, ibu petugas KIA menjelaskan tentang imunisasi yang selama ini sudah aku jalani.)
  2. Kalau nanti sudah menikah dan merasakan tanda-tanda kehamilan. langsung diperiksakan ya. (Setelah mendengar ini, langsung tersipu malu >.<)
  3. Kalau nanti sudah melahirkan, boleh langsung KB. (Babang ndak setuju, atau mungkin belum setuju, KB secepat itu. Yah, kita lihat nanti :D)
  4. Sebaiknya berikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. 
Yap, setelah wejangan itu, berakhirlah sesi cek kesehatan. Kami diminta pergi ke bagian kasir untuk membayar biaya pemeriksaan dan menunggu surat pengantar yang nantinya dilampirkan sebagai salah satu berkas di kantor agama.

Alhamdulillah.

Oh iya, sebagai gambaran beberapa teman yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah, berikut rincian biaya:
  • Adminstrasi Rp10.000,00
  • Tes urine Rp10.000,00
  • Biaya cek kesehatan dan suntik TT Rp30.000,00
Totalnya Rp50.000,00 tepat. ^^


Thursday, January 22, 2015

Kok Aku Nggak Kurus?

Beberapa bilang kalau urus pernikahan itu bisa bikin badan kurus. Nggak usah minum jamu galian singset juga udah singset pas hari kawin, eh nikah. Tapi ... sepertinya nggak berpengaruh buat aku >.<

Sejak lulus kuliah sampai sekarang. bobot badanku ndak pernah menyentuh angka 50 lagi. Hiks. Terus naik dan naiiikkk. Ngikutin perkembangan zaman. Harga-harga naik, bobot ikutan naik >.<

Curiganya, aku ndak kurus begini karena beberapa hal:
  1. Jarak yang jauh dengan calon suami *ihir*. Iya, kami masih LDR bahkan beberapa minggu sebelum nikah >.<
  2. Aku masih di Jogja, sementara insya Allah ijab kabul di Tulungagung *home sweet home*.
  3. Karena aku yang belum pulang dan masih LDR, beberapa hal diurus ortu *ups, keceplosan*.
  4. Terus aku ngapain? Suvenir dan beberapa cinderamata. Itu aja.
Hmmm, atau masih ada hal lain yang harus dilalui Mbak Calon Pengantin? Hmf, aku akan segera temukan jawabannya >.<