Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Thursday, February 15, 2018

#UlasanSingkat: PIXY UV Whitening Loose Powder

Iseng beli PIXY loose powder karena ada warna kuningnya: Yellow Beige. Berharap warnanya cocok di aku ..........................

Ini karena kesoktahuan aku. Aku kira, semua produk yang ada "kuning"nya akan cocok di aku. Aku  ndak dengerin embak PIXY waktu nawarin yang warna beige. Aku tetep keukeuh pilih yang yellow beige karena aku pikir cocok untuk kulit aku yang yellow sangat.
Tapi ternyata aku salah :(
Warnanya terlalu putih di aku :(
Jadi kayak pakai topeng :)
Sedih :(


Wadahnya Gimana?
Tempatnya lucu, ingetin aku sama ala-ala BB cushion. Ada saput yang tipis pakai banget. Saputnya ndak kefoto soalnya lupa taruh di mana. Soalnya ndak kepakai juga. Kalau pakai saput bawaan, bedaknya jadi ndak keangkat dan ndak bikin nempel di muka saking tipisnya. Padahal aku suka banget sama wadahnya. Selain lucu dan keliahatan mewah, juga ndak bulky. Masih oke dibawa ke mana-mana.

Teksturnya Gimana?
Sebenarnya sama lembut dengan loose powder lain, tetapi agak keset. Apa yaaa ... mungkin bisa dibandingkan seperti ini: loose powder lain adalah tepung terigu, PIXY loose powder adalah tepung maizena. Sama-sama berbentuk butiran halus tapi yang tepung maizena lebih keset. 
Kalau bagi aku, tekstur ini lumayan pengaruh. Hasilnya, PIXY loose powder ini jadi susah nempel di kulit aku kalau misal sedang berkeringat atau spongenya terlalu basah. Jadi kelihat cakey dan kelihatan kalau pakai bedak gitu.
Yahh .... sayang banget sebenarnya.

Soal Ketahanan
Mungkin karena keputihan di aku, pukul 11.00 masih kelihatan aku pakai bedak (mulai dari 07.00 pagi). Jadi lumayan oke sebenarnya. Hanya saja, kalau wajah keringatan berlebih, jadi ndemblok-ndemblok yang oh nooo. Padahal kalau ndak keringatan, loose powder ini cukup oke nahan minyak di daerah hidung aku. 
Kalau nidak pakai BB cream/foundi, tidak setahan kalau pakai.

Harga 
Rp21.000 (Golden Swalayan Tulungagung)

Kesimpulan
(+) Wadahnya imut dan ala-ala BB cushion. Ndak bulky.
(+) Harga terjangkau dan mudah didapat
(+) Lumayan tahan lama
(+) Nahan minyak lumayan oke

(-) Kelihatan cakey dan susah nempel
(-) Kelihatan ndemblok-ndemblok kalau kerinagatan.

Beli Lagi?
Kayaknya sih ndak. Pengin balik ke Marcks' atau Purbasari loose powder yang menurut aku lebih masuk di warna kulit aku. Tapi .. aku masih penasaran dengan shade lain. Kalau warnanya ndak keputihan, apa iya masih terlihat cakey dan ndemblok-ndemblok? 

nb: Ini ulasan di kulit aku. Mungkin di kulit kamu beda. ^^

Monday, February 12, 2018

#UlasanSingkat: Pixy Matte in Love no 505 Exotic Nude

Aku masih nggak percaya kalau aku beli lipstik yang baru launching bulan lalu. Dan beruntungnya aku, aku beli warna yang sepertinya akan jadi best seller! Yihaa ^^

Namanya Pixy Matte in Love. Adeknya Pixy Lipream yang ternyata jauh... jauh... jauuhhh... lebih bikin jatuh cinta. Kalau Pixy Lipcream kadang bikin kering, yang seri Matte in Love ini sama. sekali. tidak. bikin. kering. Aku beli yang nomor 505 Exotic Nude.



Teksturnya Gimana?
Aku pikir memang tipe bibir aku yang nggak kering. Tapi, ibu dan adek aku coba pakai, dan memang di bibir mereka nggak kering sama sekali. Padahal, teksturnya termasuk keset, kurang licin waktu dioles. Tapi meluncur cukup nyaman dan aman. Kalau pakai setelah pake lipbalm, jatuhnya bukan matte, tapi satin yang huawww cuantik.

Warnanya Gimana? Tahan  Lama, Nggak?
Untuk urusan warna, Pixy Matte in Love ini juara! Sekali oles, bibir hitam langsung tertutup. Pixy Matte in Love no. 505 Exotic Nude ini punya warna yang aneh kalau menurut aku. Ketika dioles ke tangan, warnanya cokelat muda dengan hint orange-merah. Warna yang aku banget. Tapi, begitu aku oles di bibir, warnanya berubah jadi ungu-kemerahan. Hmmm... jenis lipstik apa ini?

Tapi, di luar itu semua, aku suka banget banget banget sama warnanya. Nggak neon sama sekali. Warnanya memang nude yang cenderung ungu-kemerahan. Terlihat sangat segar dan bikin wajah jadi cerah. Memang bukan "My Lips But Better", tapi Exotic Nude ini terlihat sangat natural, sangat pintar membaur dengan warna bibir asli aku.

Untuk ketahanan, aku memang tidak berharap banyak. Tapi itu semua bisa kok diubah menjadi transferproof dan kissproof, walau tidak waterproof dan oilproof (ada nggak yang istilah "oilproof"? :P). Ketika baru dioles, memang langsung membekas di mana-mana. Setelah di-tap pakai tisu dan dilapisi bedak tabur, hasilnya jadi transferproof dan kissproof. Luar biasa!

Tapi jangan harap yaaa lipstik ini tetap ada setelah makan mendoan atau soto atau nasi padang atau makanan berair dan berminyak lainnya. Hehehe ... kan belum oilproof :D

Lain-Lain Gimana?
Diameter lipstik Pixy Matte in Love ini termasuk besar, tidak seperti lipstik kebanyakan yang berdiameter mungil nan imut. Kalau menurut aku, ada sisi baik dan buruknya lho untuk masalah perdiameteran ini. Sisi baiknya, sekali oles semua bibir langsung tercover. Sisi buruknya, jadi belepotan kemana-mana. Tapi aku nggak masalah.

Harga
Di swalayan tempat aku beli (Golden Tulungagung), harga Pixy Matte in Love ini cukup terjangkau: Rp36.000,00. Aku cek di instragram, ada juga yang jual seharga Rp40.000,00.

Kesimpulan
(+) Matte, tapi nggak kering
(+) Setelah ada treatment, hasilnya jadi transferproof dan kissproof.
(+) Mudah didapat dan terjangkau harganya.
(+) Tahan lama sampai 5 jam kalau nggak dipakai makan-minum
(+) Nggak menggumpal kalau dipakai berkali-kali

(-) Belum waterproof dan oilproof.
(-) Warna memudar setelah digunakan makan-minum. Tapi memudarnya aman, nggak malu-maluin.

Beli Lagi, Nggak?
Sanga. Sangat. Iya!!! Warna lain juga boleh





nb: Fotonya sambil momong anak dan jaga toko. Iya. Saya memang emak-emak yang punya toko kelontong dan punya batita lucu, tapi suka nulis semua hal yang penting bagiku di blog ^^

Saturday, January 27, 2018

#UlasanSingkat: Tender Care dari Oriflame

Ini barang yang pasti dibeli kalau misal disodorin  katalog sama temen yang jadi agen Oriflame.

Varian Bluebarry, Carnberry, dan Cherry

Apalagi pas akhir tahun kemarin, Tender Care ada promo beli 1 gratis 2. Wah.. siapa yang nggak mau cobaaa?

Sebenarnya aku ndak tahu dengan jelas apa fungsi dari Tender Care ini. Di katalog cuma tertulis kalau bisa melembutkan bagian tubuh yang kering, seperti bibir, lutut, siku, dll. Tetapi, setelah aku cari di Google, fungsinya lebih dari itu.

  1. Tender Care dapat membuat bibir menjadi lembab. Penggunaan secara rutin bisa membuat teksturnya lebih cerah, lembut dan halus. Gunakan secara rutin pada pagi hari dan malam harisebelum tidur.
  2. Melembabkan area mata yang kering, menghilangkan mata sembab dan dapat mengembalikan kesegaran mata akibat kurang tidur.
  3. Mengobati jaringan kulit yang mengalami peradangan seperti bengkak kemerahan, rasa terbakar, infeksi atau reaksi alergi. Tender Care bisa membantu menghilangkan rasa panas yang timbul saat mengupas bawang ketika memasak.
  4. Menghilangkan bekas minyak. Di saat kulit terkena cipratan minyak, segera oleskan Tender Care. Maka rasa panas akan hilang dan kulit mulus kembali tanpa meninggalkan bekas. Selain mengobati bekas cipratan minyak krim pelembab ini juga bisa mengobati kulit yang terkena air panas.
  5. Melindungi kulit dari sengatan matahari, sinar matahari dapat membuat warna kulit lebih gelap (hyperpigmentasi), untuk mencegahnya, oleskan Tender Care secara merata di kulit yang terkena paparan sinar matahari.
  6. Tender Care juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa gatal gigitan serangga.
  7. Krim pelembab ini tidak hanya dapat melembabkan kulit wajah saja, tapi juga bisa melembabkan daerah lutut, siku dan tumit yang kering dan kasar
(Sumber https://www.moiznet.com/manfaat-tender-care-oriflame/)

Kalau aku, aku pakai Tender Care ini di kantung mata dan bibir sebelum tidur. Supaya kantung mata nggak item dan memperlambat datangnya keriput. Kalau di  bibir, biar bibir aku lebih lebab, halus, dan cerah.


Hasilnya Gimana?
Mmmm... entah ini sugesti atau memang benar. Tetapi aku merasa kantung mata dan bibir aku lebih lembab waktu bangun tidur. Kalau soal lingkaran hitam dan keriput hilang atau ndak, aku belum melihat hasilnya lebih jelas. Soalnya, aku juga pakai balm ini jarang-jarang. Kalau ingat aja. Apalagi aku teledor yang gampang ngilangin barang. Apalagi Tender Care ini bentuknya mungil yang gampang gelinding dan hilang. 

Kesimpulan
(+) Harga murah, apalagi Tender Care ini sering jadi langganan diskonan :D
(+) Manfaat banyak banget
(+) Baunya enak dan banyak varian
(+) Ndak bikin iritasi, juga buat balita (Aku juga olesin Tender Care ini untuk Nyim kalau dia gatal-gatal atau luka)

(-) Cara dapatnya agak susah, musti order dulu dan nunggu dulu. Tapi okelah, soalnya temenku jadi agen Oriflame. Jadi lumayan cepet.
(-) Cara ambil balm agak susah, musti dicolek gitu. Kalau tinggal sedikit, lebih susah lagi. 

Beli Lagi atau Ndak?
Yes. Yes. Yes. Tapi yang varian lain.



Thursday, December 21, 2017

#Nonton: Sinetron Jaman Old >> TERSAYANG

Saat orang lain marathon nontonin drakor, aku malah nontonin sinetron jadul. Ahahaha... 


Siapa sih generasi 90 yang ndak tahu sinetron ini? Ini tuh legend banget. Bela-belain tidur malem buat nonton sinetron ini. Lihat Mayang sama Dion pacaran. Uhuy...

Dion, Mayang, Andi, Rena, Argo .... mari kita nostalgia sedikit ^^

Cast
Cuma pemain intinya aja yaaa ...
Anjasmara >> Dion
Jihan Fahira >> Mayang
Feby Febiola >> Rena
Adam Jordan >> Andi
Dua puluh tahun berlalu tapi muka mereka kayak ndak berubah >.<

Ceritanya Gimana?
Sebenarnya, inti ceritanya adalah ... Mayang sama Andi dijodohkan sama orang tuanya. Tapi mereka ndak boleh ketemu dulu sebelum pertunangan resmi. Toh Mayang juga masih kuliah, jadi biar ndak menganggu kuliah Mayang juga. Mayang ndak tahu wajah Andi karena Mayang ndak lihat foto Andi, tapi Andi tahu wajah Mayang dan langsung suka.

Tapi di tempat kuliahnya, Mayang ketemu sama Dion. Dan jatuh cintalah mereka. Di sisi lain, ternyata Dion juga udah dijodohin sama Rena karena ibunya Dion punya hutang sama bapaknya Rena.

Konflik muncul saat Andi datang ke Jakarta buat cari Mayang dan malah ketemu sama Dion. Dan jadi sahabatlah mereka. Lambat laun, Dion tahu kalau Andi adalah tunanngannya Mayang. Karena ndak mau kehilangan Mayang, Dion nukar foto Andi yang dikirim ibunya Mayang buat Mayang dengan foto Dion. Biar Mayang mengira kalau Dion-lah tunangan Mayang. Dan memang Mayang percaya kalau Dion adalah tunangannya. Dan mereka pun jadian.

Nahhh.... inilah konflik espisode awal. Berkali-kali Andi mau ketemu Mayang tapi ndak jadi. Berkali-kali kebohongan Dion akan terungkap tapi ndak jadi. Berkali-kali Rena mau misahin Dion-Mayang, tetapi gagal melulu. Khas banget sinetron Indonesia!

Konflik lainnya juga muncul saat Argo, sepupunya Andi, datang dan Andi cerita soal Mayang. Dan ternyataaa.... Argo punya dendam sama Mayang karena Mayang pernah nampar Argo di depan umum saat Mayang masih SMA. Di sini juga Argo pengin balas dendam sama Mayang.

Aku baca spoiler kalau Argo dan keluarganya punya peran penting di sinetron ini. Tapi aku ndak mau baca spoiler terlalu jauh. Pengin menikmati alur ceritanya. Lupa-lupa ingat soalnya.

Memori
Tersayang, sinetron yang dulunya membuat penjual topi melipatgandakan omsetnya gegara produksi topi yang dipakai Mayang sama Dion *aku punya loooo... pink sama biru*. Aku suka ketawa sendiri nonton sinetron ini. Jadi keinget zaman old ... zaman SD. Men-cie cie-kan temen yang dipacok-pacokne pacaran ala Mayang-Dion *cuma dipacok-pacokne alias dijodoh-jodohin lho, bukan pacaran beneran*. Pake tas dan model baju kayak Rena, Mayang, Ismi, dkk. Pura-pura jadi anak kuliahan.

Adegan lempar topi "Tersayang" Dion langsung nancep ke kepala Mayang jadi adegan paling legend dari sinetron ini.

Mereka juga menyapa pakai "aku, kamu, saya". Kadang pakai "gue-elo" tapi masih agak medhok :D. Kesannya lebih sopan.

Gaya pacaran Mayang-Dion mesra bangettt. Tapi bukan mesra yang mesum, melainkan mesra yang so sweettt. Bikin meleleh. Bikin senyum-senyum sendiri. Natural banget aktingnya. Akrab banget.

Beberapa Scene




nb: Aku nonton di channel "Nostalgila". Selain Tersayang, ada juga sinteron 90-an lain. Tapi belum aku tonton. Yes ... masih banyak stoknya muehehehehe....

So...selamat menonton ^^




Monday, December 18, 2017

#ReviewSingkat: Wardah Perfect Bright Creamy Foam



Aku beli ini karena facial wash/foam yang warna orange ndak ada. Daripada pulang tanpa bawa barang, akhirnya aku putuskan buat beli Wardah Perfect Bright Creamy Foam.

Aku suka pakai ini. Sepertinya, hampir semua facial wash/foam Wardah cocok di aku. Di kulit aku, si creamy foam ini ndak bikin kering dan keset. Kesannya bersih gitu aja.

Karena ini lightening bukan whitening, jadi jangan harap kulit jadi putih. Cukup cerah aja. Ndak kusem. Dan aku juga ndak mempermasalahkan ini. Yang penting cerah dan bersih. Sehat.^^

Harga
Aku beli di supermarket sekitar Rp17.000,00. Terjangkau bangettt.

Kesimpulan
(+) Ndak bikin kering
(+) Biki  wajah bersih dan cerah
(+) Di kulit aku ndak bikin perih dan jerawatan
(+) Mudah dicari
(+) Harga terjangkau


Sunday, December 17, 2017

#ReviewSingkat: Wardah Perfect Bright



Ini duo yang akhir-akhir ini jadi kesukaan aku. Padahal aku ndak berharap banyak pada awalnya. Apalagi ini dari Wardah seri lightening.

Sedikit cerita. Aku pakai Wardah sejak akhir kuliah. Kurang lebih tujuh tahun yang lalu. Dan entah kenapa, aku suka bangetttt. Khususnya yang seri warna hijau atau yang dulu disebut Basic Series. Googling, memang yang Basic Series itu untuk orang yang baru kali pertama pakai Wardah. Jadi formulanya masih ringan dan aman. Mungkin itu kenapa aku cocok pakai Wardah di saat orang lain bilang ndak cocok. Ya karena aku pakai yang Basic, sementara orang lain langsung lompat ke Lightening Series. (Tapi memang keadaan kulit tiap orang beda. Jadi bisa saja orang lain pakai yang Basic Series malah berminyak atau jerawatan)

Nah, setelah paket Basic Series aku habis, aku mulai berani coba yang Lightening Series. Aku pikir udah aman. Dan produk pertama yang aku pakai itu pelembab siang dan malam yang step 1. Dan ternyataaaaa... uhlalaa.... aku ndak cocok. Kulitku malah menggelap dan kusam. Yah... mungkin sudah takdirku hanya pakai Wardah yang Basic Series.

Tujuh tahun berlalu dan sedikit demi sedikit, beberapa koleksi Wardah ku sudah terganti dengan merek lokal lain. Selain itu, ada rasa pengin coba merek lain dan penasaran sama review yang bilang bagus. Dan begitulah ... tinggal cleanser, toner, dan facial wash Wardah yang tersisa. (Akan aku review di lain kesempatan)

Akhirnyaaa... dua minggu lalu aku cari facial wash Wardah yang warna orange dan ternyata habis, mau ndak mau aku musti cari yang lain. Aku ndak mau pakai produk lain selain Wardah karena menurut aku cuma Wardah yang bikin muka ndak keset dan kering. Apalagi yang facial wash/foam warna hijau. Itu favorit banget.

Lirik seri yang ada, akhirnya aku coba yang seri Perfect Bright Creamy Foam. Harganya ndak jauh beda dengan facial wash/foam sebelumnya. Oke, masuk kantong belanjaan.

Dua minggu berlalu dan aku cukup puas. Hingga tiba si Wardah Perfect Bright Creamy Foam ini ketemu sama jodohnya: Wardah Perfect Bright Moisturizer. Ini kebetulan saja. Saat beli popok bayi dan lihat label "DISKON" di label harganya muehehehe.

Daannn.... duo ini benar-benar jadi duo andalan aku akhir-akhir ini saking tercengangnya aku dengan hasil akhirnya :)

Review masing-masingnya nyusul yaaa ^^

nb: Seri Basic Series sekarang ganti nama: Natural Daily Series. Tapi di kulit aku ndak ada yang berubah. Masih sama-sama lembut dan cocok bangett ^^

Monday, December 4, 2017

#ReviewSingkat PIXY Lip Cream

Aku pernah bikin ombre lips dan mini tutorialnya ada di sini. Review La Tulipe Stay Matte ada di sini.

Tapi, aku belum bikin #ReviewSingkat untuk produk PIXY -nya.
Dan di sinilah aku akan membahas penilaianku tentang PIXY.


Awalnya, aku amat sangat ndak tertarik sama warna merahnya PIXY Lip Cream 03 Classic Red ini. Aku lebih suka warna nude untuk dandanan sehari-hari atau kalau lagi ngajar.

Tapiiii ... beberapa hari yang lalu aku iseng pakai PIXY yang warna merah ini untuk acara "pergi sebentar ke minimarket". Toh kayaknya ndak ada yang kenal juga (dan berdoa semoga ndak ada tetangga yang ke minimarket jugak >.<)

Tekstur dan Staying Power

PIXY ini termasuk cair. Tapi aku malah lebih suka yang cair seperti ini. Lebih enak diratakan di bibir dan hasilnya ndak lengket. Klaim produk PIXY adalah waterproof dan kissproof. Dan ini memang terbukti. Tapi sayangnyaaa ... PIXY ini belum oilproof (ada ndak sih oilproof? hahaha)

Setelah pakai PIXY ini dan coba cium Nyimz, di pipi Nyim ndak ada bekas warna merah nempel. Lalu iseng minum dan ndak ada bekas merah di gelas. Ihhh .... aku suka dehhh...

Staying power nya lumayan oke loh. Kalau ndak dipakai buat makan yang berminyak, bisa tahan sampai menjelang sholat Dzuhur.

Tips untuk yang Ndak Suka Pakai Lipstik/Lip Cream Merah

Aku termasuk manusia kategori ini. Tapiii karena keisengan kemarin, aku sedikit lebih percaya diri pakai lipstik/lip cream warna merah. Dan berikut mini tutorial dari aku:

1. Ambil lip cream/lipstik warna merah.
2. Taruh sedikit lip cream/lipstik di bagian tengah bibir atas dan bawah.
3. Blend/baurkan/ratakan ke semua bibir.
4. Taraaa.... bibir pun berwarna merah tapi ndak ngejreng. Kalau jumlah yang disapukan ke bibir pas, warnanya justru merah alami.

PIXY Lip Cream 03 Classic Red ini ada sedikit hint orange nya yang membuat wajah terlihat segar. Pokoknya luuvvv ^^
Setelah 3 jam pakai


Harga
Cuma Rp40.000,00 loohh. Aduh.. terjangkau sekali. Dan karena pakainya cuma sejumput kecilll...mungkin setahun juga ndak akan habis. Hemat sekali!

Kesimpulan

(+) Tekstur cair dan mudah diratakan.
(+) Waterproof dan kissproof.
(+) Ndak bikin bibir kering.
(+) Harga terjangkau.

(-) Belum oilproof (kalau istilah "oilproof" itu ada lho :D)

Beli Lagi Ndak?

Yesss banget. Tapi warna lain. Mungkin yang warna merah bold atau nude oke juga :)

Sunday, December 3, 2017

#ReviewSingkat: Kispray Fine Perfume



Biar dibilang istri cerdas. Ahayyy....

Nggak juga sih. Tapi memang mungkin ini salah satu pilihan cerdas. Akhir-akhir ini cuaca sering mendung dan hujan. Alhasil, cucian numpuk dan nggak kering sempurna. Apek deh.

Udah pakai deterjen yang plus pewangi.
Udah pakai pewangi setelah deterjen.
Tapi tetap saja .... yang namanya nggak kering sempurna itu tetap apek.

Akhirnya, kenarin waktu belanja bulanan aku coba lihat-lihat merek pewangi pakaian saat setrika. Akhirnya, aku pilih Kispray Fine Perfume ini karena .... yang lain udah pernah coba. Kalau yang ini belum. Simple.

Sampai rumah, keinginan buat coba-coba sangat menggebu. Tapi apalah daya, belum ada baju kering untuk disetrika. Dan ... seprei pun jadi sasaran.

Semprot...semprot...

Baunyaaaaaa...waawww.....

Ngingetin sama parfum apa lupa. Ada fruitnya, ada flowernya. Baunya manis. Pokoknya suka. ^^

Untuk staying power nya belum bisa nge review karena baju yang baru aku setrika pakai Kispray ini belum dipakai dan belum disimpen lebih dari seminggu. Jadi maaf yaahhh....

Harga

Rp12.000,00. Memang lebih mahal daripada Kispray yang biasanya. Tapi, baunya juga lebih enak daripada Kispray yang biasanya.


Thursday, November 2, 2017

#ReviewSingkat: La Tulipe Stay Matte No. 04

Akhirnyaaaa ... setelah teracuni selama berbulan-bulan, .... aku beli lip ceram jugah!

Aku mau cerita sedikiiittt.

Sebelumnya, aku sama sekali ndak kepengen beli lip cream. Pergi aja jarang, apalagi musti dandan gitu. Dunia perlipenanku cuma diisi Wardah dan Purbasari, dua produk lokal yang terkenal apik dan murah *tetep "murah" sebagai catatan penting!*. Lip cream sama sekali ndak terbayang. Sekelebat pun nggaakkk. Karena di bayangan aku, lip cream itu lebih mahal daripada lipstik.

Dan... selama sebulan belakangan, aku  intens banget ngeliatin vidio dari beauty vlogger. Kebanyakan dari mereka memfavoritkan lip cream buat pulas bibir. Dari situlah aku mulai melirik-lirik lip cream. Mulai gugling review sampai tutorial pakai lip cream.

Selain teracuni beauty vlogger, aku juga sadar kalau beberapa lipstik itu pating blentong kalau mau hilang. Entah itu karena makan atau kelamaan pake. Istilahnya ... staying power-nya ndak oke. Juga, dari beberapa review bilang kalau lip cream lebih bagus dan tahan lama. Cocok kalau dipakai ke kondangan. Atau bisa juga pakai warna nude untuk kerjaan sehari-hari.

Lip Cream Apa yang Dipilih?

Ini aku juga mau cerita sedikit.
....
Aku sadar aku bukan ibu rumah tangga yang punya penghasilan sendiri. Aku juga punya banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Jadi, alokasi uang dari suami bukan melulu untuk make up. Jadi, aku musti pintar pilih lip cream yang murah tapi bagus.

Itu berarti aku harus pilih lip cream lokal ... atau istilah mbak beauty blogger dan vlogger ... DRUGSTORE. Wardah, Pixy, Purbasari jadi incaran aku. Selain harganya yang lumayan oke, review nya juga rata-rata bagus.

Waktu belanja bulanan kemarin, aku langsung sambangi counter-nya Pixy dan Wardah karena keduanya deketan. Mmm ... jadi di sini, model counter make up-nya itu ... beberapa counter yang pegang 1-2 orang. Dan itu biasanya gantian. Jadi, Mbak Sariayu bisa pegang counter Make Over dan lain-lain.

Setalah lihat-lihat stok warna di etalase, aku naksir PIXY yang nomor 1: Chic Rose. Warnanya cantik. Harganya cuma Rp40.000,00.

Lalu, datanglah Mbak SA-nya. Aku baca name tag-nya dari La Tulipe. Wah, alamat bakalan ditawarin La Tulipe!

Dan bener ajaaa ... setelah aku bilang mau PIXY yang nomor 1, Mbak-nya langsung bilang, "Nggak mau coba La Tulipe, Mbak? Isinya lebih banyak dan lebih bagus lho." Dan dasarnya aku yang punya sifat nggak enakan, aku langsung bilang, "Boleh."

Bla bla bla ....

Akhirnya aku beli La Tulipe doonkkkk..... Padahal aku belum pernah lihat reviewnyah!

Shade Apa yang Dipilih dan Review

Aku pilih shade nomor 04 dari lip cream La Tulipe Stay Matte. Warnanya nude coklat muda. Mauve mungkin kalau Mbak beauty vlogger dan blogger bilang. Karena nude, jadi aku percaya diri pakenya. Dan kata Mbak La Tulipe, yang shade nomor 4 ini emang best seller. Huft, lumanyan menenangkan.

Besoknya, langsung aku coba. Dan warnanya memang masuk ke warna kulit aku yang sawo matang cenderung kuning. Ndak neon. Warnanya memang coklat muda, jadi terlihat natural.

Staying powernya oke loh. Aku pake setelah sarapan sampe pulang ngajar dan urus ini itu sampe Dzuhur, masih ada warnanya. Lalu coba buat aku makan, warnanya juga masih nempel. Ya ... walau ada beberapa yang hilang, tapi ndak pating blentong. Aman.

Kalau masih basah alias baru dipulas, masih nggak transferproof dan nggak kissproof. Tapi kalau udah kering, transferproof dan kissproof. Proses keringnya juga cepet.

Harga

Cuma Ro46.000,00. Untungnya masih sangat terjangkau ^^

Kesimpulan
(+) Staying power oke
(+) Warna aman, karena aku pilih yang nude
(+) Setelah kering, transferproof dan kissproof
(+) Cepat kering dan matte.
(+) Bau oke, nggak mengganggu.
(+) Harga oke banget

(-) Setelah makan yang berminyak, mulai ngecap juga di gelas dan makanan. Tapi bisa touch up lagi biar transferproof dan kissproof lagi :)

Repurchase

Yes banget. Plus pengen coba shade yang lain ^^

Foto


Ini setelah 2 jam pake. Fotonya bareng Nyimz.

Nb: Aku juga tetep beli lip cream PIXY. Akan aku review nanti ^^

Tuesday, October 20, 2015

#ReviewSingkat: Fujimie



Generasi 90-an, yang konon katanya memiliki masa kecil paling bahagia, pasti pernah ngefans sama jajajan yang namanya Fujimie. Tapi sayanganya, di tahun 2000-an seperti sekarang udah nggak bisa lagi dilihat jajanan yang menyimpan banyak memori itu :(.

Tapiii, kemarin nemu jajanan ini lagi. Namanya sama: Fujimie.

Dari bungkus udah pasti ndak sama. Tapi, dari rasa ... hmmm okelah ada sedikit rasa Fujimie ^^. Lumayan bisa ngobatin kangen masa kecil :)

Selanjutnya, pengin banget makan Anakmas. Mungkin sekarang udah berubah bungkus dan rasanya, tapi pasti ada sedikit hal yang bikin segala kenangan masa kecil kembali terulang :)