Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts

Saturday, January 6, 2018

#Jejalan: Candi Penataran-Blitar

Sudah lama tak berjumpa dengan kemegahan yang menyimpan sejarah .

Akhirnya, setelah bertahun-tahun tidak dolan ke sini, kesampaian juga dolan ke Candi Penataran. Mungkin SD atau SMP ... lupa ....
Dan senengnya, kali ini aku ngajakin dua orang baru di kehidupan aku: Babang dan Nyimz ^^


Candi Penataran tampak depan 

Lokasi dan Ancer-Ancer

Lokasinya di Penataran, Nglegok, Blitar, Jawa Timur. Sekitar 9 km dari Makam Bung Karno. 

Ada Apa di Sana?
Aku lupa-lupa ingat bagaimana bentuk dan suasananya ketika dulu SD aku dolan ke Candi Penataran. Yang aku ingat, suasana candi lumayan sepi dan memang panas. Dan memang seperti itu hingga kemarin aku dolan. Bedanya, ada beberapa gazebo, pohon teduh, dan warung kecil di dalam lokasi candi. Okelah... asal ndak merusak candi dan mengotori candi :)

Meskipun terasa panas, angin yang berembus terasa dingin. Mungkin karena lokasinya yang lebih tinggi sehingga terasa panas, tetapi dingin. Lagipula, banyak penjual topi di sekitar candi yang bisa digunakan untuk melindungi diri. Selain untuk perlindungan, topi-topi itu membuat penampilan lebih lucu dan imut. Seperti Nyimz yang tengah pose syhantiq seperti ini ^^


Butuh Bajet Berapa?
Tiket masuk 20.000 (ini sukarela ajah. Jadi terserah mau bayar berapa)
Topi 20.000-30.000 (bisa nawar kok)
Oleh-oleh (kaos, tas pernak-pernik, buah) 5.000 - ndak tahu lupa. Mungkin 50.000?
Makanan dan minuman 2.000 - 20.000 (snack)
Parkir 2.000

Beberapa Foto
Babang dan Nyimz
Pemandangan dari atas candi induk


Jadi, kalau dolan ke Blitar, jangan lupa ya mampir ke Candi Penataran ^^

nb: Sebenarnya, ada juga Pemandian Penataran. Aku lihat dari Google, tempatnya lumayan bersih dan ada wahana seluncur, ember besar, dan air mancur. Tapi sayangnyaaaa .... ndak mampir karena kesiangan.

Sunday, December 31, 2017

#Jejalan: Waduk Wonorejo

Beberapa hari yang lalu, aku lihat postingan di Instagram, yang caption-nya, kurang lebih seperti ini:
"Hayo ngaku cah...seenggaknya, walau sekali, kalian pasti pernah pacaran di Waduk Wonorejo"

Setelah baca postingan itu, pagi keesokan harinya, lagi-lagi Babang ngajakin pergi setelah Nyim bangun tidur. Kali ini tujuan jelas: Waduk Wonorejo. Dan cuma main ke sana sebentar karena Babang musti masuk kerja.


Ancer-Ancer
Mulai dari Perempatan Cuiri Kauman-Kalangbret ada plang Hotel Swaloh atau Waduk Wonorejo, ikuti saja - ke barat teruuuusssss - ada Jambooland yang sedang di bangun, masih ke barat terus - lurus terus ke barat ikuti jalan - mulai jalan menanjak berkelok-kelok - hingga ada pertigaan besar - belok kanan ada gapura Waduk Wonorejo - ikuti jalan sampailah ke pintu gerbang Waduk Wonorejo ^^

Ada Apa di Sana?
Aku selalu senang kalau diajakin pagi-pagi ke sini. Masih sepi. Kecuali hari Minggu karena pasti ramai orang jogging, entah jogging for real atau jogging ala-ala (jogging pake jins dan make up lengkap *ups*).

Yang berbeda adalah makin banyak penjual makanan: pentol, bakso, bakwan, rujak buah, minuman, warung makan, dan lain-lain. Tapi okelah...soalnya waduk ini di gunung yang jaraknya lumayan jauh dari rumah penduduk. Jadi agak susah malahan kalau ndak ada penjual makanan.

Tempat parkir, toilet, area memancing juga ada. Lebih turun ke bawah ada tempat cukup luas untuk tempat duduk pesepeda (Waduk Wonorejo jadi tujuan favorit klub sepeda).


Butuh Bujet Berapa?
Seperti biasa, bujet ini bergantung apa yang dibeli, tetapi kurang lebih seperti ini:
Tiket masuk 5.000 (aku gratis karena datang sebelum pukul 08.00 alias pagi-pagi banget sebelum loket buka)
Jajanan bervariasi mulai dari 2.000 - 20.000 mungkin yaaa ...
Sewa pancing 10.000
Parkir 2.000

Jadiiii ... ini bisa jadi ide yang bagus dan aman kalau pengin ngenalin anak dengan gunung atau alam. Atau mungkin sekedar jalan-jalan bareng keluarga, temen, pacar .... biar kamu dianggap gaul karena seenggaknya pernah sekali pacaran di Waduk Wonorejo ahahahahahah ^^

nb: sayangnya, ndak ada yang jual pernak-pernik khas Waduk Wonorejo: gantungan kunci, kaos, gelang, foto, dll...padahal aku lagi seneng ngumpulin kaos tempat wisata buat koleksi kaosnya Nyim :)

Saturday, December 23, 2017

#Jejalan: Kampung Coklat Blitar

Bisa dibilang, ini adalah jejalan yang ndak terencana >.<

Sabtu di long weekend saat long holiday.
Tiba-tiba, Babang ngajakin jalan-jalan setelah Nyim bangun tidur. Tanpa berlama-lama, langsung nyiapin mandi Nyim dan dandan chantyik....

Hingga kota, aku ndak tau mau dibawa ke mana. Aku pikir cuma ke taman deket rumah buat naik odong-odong sambil cari sarapan. Hingga berhenti di sebuah perempatan lampu merah, Babang tanya, "Kamu masih inget nggak jalan ke Kampung Coklat?"

Lhaaaahhhhh .... ternyata mau ngajakin ke luar kota toh. Heii, ini ndak bawa perlengkapan Nyim: susu, popok sekali pakai, tisu basah, dll. Juga ndak bawa perlengkapan ibunya Nyim: bedak, lipstik, dll. Bahkan uang aku juga ndak bawa.

Tapi okelah, bukan Babang kalau ndak ngasih kejutan. Meluncurlah kami ke kota Bung Karno-Blitar-tanpa periapan apa-apa.

Nyim mejeng 

Di mana Kampung Coklat?
Kata Google, alamatnya di sini: Jl. Banteng - Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 / 06, Kademangan, Plosorejo, Kademangan, Blitar, Jawa Timur 66161. Aner-ancer dari arah Tulungagung: Kecamatan Rejotangan - perbatasan Tulungagung dan Blitar - Jembatan Trisula perbatasan Tulungagung dan Blitar (CMIIW) - putar balik nanti ada plang Kampung Coklat 4 km - masuk jalan yang agak kecil (ikutin tanda panah) - setelah pasar ada perempatan lampu merah pertama - belok kiri - ikutin jalan - nah, kiri jalan akan banyak rumah/toko untuk area parkir Kampung Coklat - sampailah ke Kampung Coklat. Buka mulai pukul 09.00.

Ada Apa di Sana?
Namanya juga Kampung Coklat. Di sana ada pohon coklat, food court olahan coklat, cooking class, toko oleh-oleh, bioskop mini, playground, dan tempat duduk yang apik bangeettt.

Aku sarankan, sebaiknya datanglah lebih pagi. Kenapa? Sebab, kondisi masih sepi dan masih rapi. Bangku untuk duduk masih tertata rapi. Sampah belum banyak (walau begitu, ada juga petugas kebersihan yang siap tanggap kalau ada lantai kotor). Area bermain anak masih sepi. Antrian apa pun belum panjang. Tempat menarik untuk foto juga masih sepi.

Kami sampai Kampung Coklat pukul 08.35. Masih terlalu pagi karena baru buka pukul 09.00 hahaha. Tapiii ... penantian kami ndak percuma. Begitu kami masuk, suasana masih sepi dan menyenangkan. Spot-spot menarik untuk foto belum ramai. Toilet juga masih wangi dan bersih. Pokoknya berasa tempat wisata milik sendiri >.<

Pukul 10.15 waktu kami pulang, suasana sudah berubah. Kursi ndak beraturan, pakan ikan berceceran, spot-spot foto ramai, gaduh .... pokoknya ramai dan kurang private.

Butuh Bujet berapa?
Sebenarnya ini bergantung apa yang dibeli. Tapi sebagai gambaran, ini pengeluaran aku di Kampung Coklat:
 Tiket 3 orang >> 15.000
Mix Chocolate (milkshake coklat) >> 10.000
Mie coklat 3 >> 24.000
Tiket bom bom car >> 15.000
Oleh-oleh kaos 3 >> 190.000
Oleh-oleh coklat bubuk 2 >> 20.000
Saat persiapan (bensin, sarapan, dll) >> 40.000
Parkir >> 000
Total >> 316.000

Ih waw...pengeluaran terbanyak sepanjan jejalan ahahahahaha (Ini gegara beli kaos tripelan. Tapi ya bagus kok kaosnya. Bahannya tebel dan adem.)

Sedikit gambaran lagi, makanan/minuman dan oleh-oleh berserta kisaran harganya adalah:
Kaos anak 48.000 - 55.000
Kaos dewasa 75.000 - 150.000
Coklat kemasan 7.000 - 100.000an
Coklat bubuk 10.000 - 40.000
Brownies coklat 16.000 - lupa >.<
Mix Chocolate 10.000
Mi coklat 8.000
Jus buah 8.000 atau 10.000 lupa >.<
Tiket mainan anak >> 5.000 - 15.000

Ada juga bakso, gado-gado, sosis ... tapi aku ndak tanya harganya. Ada juga bibit tanaman coklat, belimbing, jambu, anggur, dll ... tapi aku juga ndak tanya harganya >.<

Yah...maap yaaa kalau  kurang komplet >.<

Foto

Nyim mimik Mix Chocolate

Salah satu spot duduk-duduk. Berasa di bandara ndak sih ahahah. Ini masih pagi dan masih rapi.

Free karpet buat lesehan
Oleh-oleh coklat bubuk atau bubuk coklat. Rasanya enaakkk bangettt.

nb: Aku ndak ada foto mi coklat karena .... minya jatuh entah di mana >.<. Jadi mi coklat itu buat oleh-oleh. Pas sampe rumah baru sadar kalau kresek minya ndak ada. Kayaknya jatuh di jalan tapi ndak tahu di mana. Sayang bangeetttt >.<


Sunday, December 3, 2017

#Jejalan: Feeding Birds



Ini di Tulungagung looooo.....

Tepatnya di Aleon-Aloen Tulungagung. Taman kota yang letaknya di pusat kota ini memang jadi tempat ngadem favorit. Yang aku suka .... tempatnya bersih dan teduh. Juga terlihat rapi.

Kalau yang disukai sama Nyim sih .... sudah pasti kasih makan burung. Satu bungkus jagung harganya hanya Rp1.000,00. Disobek bungkusnya. Taruh di tangan Ayah. Diambil sama Nyim. Disebar ke tanah.

Burrrr..... burung dara pun berdatangan.

Asyiknya ngadem ria sambil mengenalkan sikap peduli sesama, bahkan pada binatang. ^^

Butuh Bujet Berapa?

Sebenarnya bergantung makanan atau mainan apa yang dibeli. Tapi sebagai gambaran, ini bujet yang aku keluarin di Aleon-Aloen Tulungagung:
Parkir 2.000
Jagung 2 bungkus 2.000
Burger ala-ala 10.000
Sosis bakar ala-ala 10.000
Jadi totalnya .... 24.000.

Sangat terjangkau bukaaannnn ^^


Sunday, October 22, 2017

#Jejalan: Kampung Susu Dinasty

Sebenarnya, hampir tiap weekend aku menyempatkan diri buat jalan-jalan. Walaupun cuma sebentar, tapi aku berusaha banget buat jadiin waktu sebentar itu jadi "family time". Nggak apa-apa cuma di taman deket rumah atau sekedar makan bakso ... yang penting kumpul bareng orang-orang tersayang aku.

Tapiiiii.... karena sekarang aku jadi guru PAUD plus ngurusin toko plus punya batita yang aktif, waktu buat buka laptop jadi berkurang. Jadi lamaaaa banget ndak update di blog ini.

Tapi lagiii... hari ini aku berhasil menyempatkan waktu buat nulis di blog lagi. Yeayyy....

Kali ini ke mana?

Kampung Susu Dinasty. Lokasinya di Jalan Raya Gondang, Sidem, Tulungagung. Udah lama denger tentang tempat wisata edukasi ini. Aksesnya cukup mudah. Cukup mengikuti Jln. Raya Gondang, sampai ada gapura Desa Notorejo yang ada plang "Kampung Susu Dinasty", masuk saja dan ikuti jalan. Yang memudahkan banget adalah di tiap tikungan ada plang "Kampung Susu Dinasty". Jadi.... bagi para pelancong luar kota insya Allah ndak akan tersesat. Ndak perlu turun kendaraan buat tanya warga sekitar. Ndak perlu boros baterai buat nyalain GPS :D.

Ada apa di sana?

Ada sapi tentunya. Ada juga kuda. Pengunjung bisa ikut memerah sapi. Tapi hanya tiap pagi dan sore. Kalau ndak sempat ikut memerah, ada juga produk susunya. Bisa langsung diminum. Beraneka rasa. Cocok banget buat oleh-oleh. Botol kecil sekitar Rp7.000,00 dan botol besar 800 ml sekitar Rp18.000,00. Dan...karena ini susu sapi segar murni tanpa pengawet, susu ini hanya mampu bertahan 5 jam di luar lemari pendingin, 2 hari di lemari pendinging, 2 minggu di freezer. Kalau bisa langsung diminum setelah dibuka. Ndak rugi kok... segar dan susunya kerasa banget. Nyimz aja langsung habis satu botol kecil.

Selain itu, ada pula wahana menunggang kuda, food court, mini market, arena bermain, dan tempat-tempat foto yang instagramable bangetttt. Tapi sayangnya ... karena aku datangnya hari Minggu, spot-spot fotonya jadi tempat duduk dan ndak begitu instagramable. :(

Butuh bajet berapa?

Karena aku ke sana naik motor dan bawa anak kecil, bajet yang aku keluarkan sebanyak ini:
Bensin                                     8.000
Susu botol kecil dan besar 2 43.000
Parkir                                             0
Tiket masuk                                   0
Jadi totalnya Rp               51.000,00

Cukup terjangkau lah yaw.... ^^

Foto





Nb: Sorryyyy fotonya selfi. Padahal biasanya aku antiselfi hahahaha