Showing posts with label Berbagi Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Berbagi Pengalaman. Show all posts

Tuesday, December 26, 2017

#MiniTutorial: Cara Print Saat Tinta Hitam Lagi Rusak/Kering/Habis atau Cara Print Hanya Pakai Tinta Warna

Ini kali pertamanya aku bikin tutorial yang agak serius. Yang mungkin bisa benar-benar membantu banyak orang hahahahah

Jadi, akhir tahun adalah hari-harinya SPJ. Yang bergelut di bidang perguruan pasti ngerti hal ini >.<
Dan sayangnyaaa .... printer di rumah lagi susah diajak kerja sama: cartridge hitam kering! Dan kalau nunggu beli baru, kayaknya kok ndak ada waktu (Babang lagi sibuk banget dan yang ngerti masalah beginian cuma Babang).

Kemudian aku browsing dan nemu di blognya ini. Ini coba aku bagi dengan bahasa dan pengertian aku sediri:

1. Buka file yang akan di print. Kemudian klik Office Button di pojok kiri atas. Klik Print. (Cara cepat: Ctrl + P)



2. Pilih menu Properties, klik Maintenance.



3. Pilih Ink Cartridge Setting, pilih Color Only.



4. Klik Ok, klik Ok lagi.

5. Selesai, tinggal print seperti biasa.

6. Nanti akan muncul dialog lagi sebelum proses mencetak, klik Ok.

7. Hasil cetakan pun muncul dan semuanya warna hitam. Yessss....

Begitulah caranya. Simpel kan? Ini membantu banget kalau misalnya kita sedang buru-buru ingin cetak dan ndak ada waktu buat beli tinta atau cartridge :)

Semoga mencerahkan yaaa ^^

Sunday, December 17, 2017

#ReviewSingkat: Wardah Perfect Bright



Ini duo yang akhir-akhir ini jadi kesukaan aku. Padahal aku ndak berharap banyak pada awalnya. Apalagi ini dari Wardah seri lightening.

Sedikit cerita. Aku pakai Wardah sejak akhir kuliah. Kurang lebih tujuh tahun yang lalu. Dan entah kenapa, aku suka bangetttt. Khususnya yang seri warna hijau atau yang dulu disebut Basic Series. Googling, memang yang Basic Series itu untuk orang yang baru kali pertama pakai Wardah. Jadi formulanya masih ringan dan aman. Mungkin itu kenapa aku cocok pakai Wardah di saat orang lain bilang ndak cocok. Ya karena aku pakai yang Basic, sementara orang lain langsung lompat ke Lightening Series. (Tapi memang keadaan kulit tiap orang beda. Jadi bisa saja orang lain pakai yang Basic Series malah berminyak atau jerawatan)

Nah, setelah paket Basic Series aku habis, aku mulai berani coba yang Lightening Series. Aku pikir udah aman. Dan produk pertama yang aku pakai itu pelembab siang dan malam yang step 1. Dan ternyataaaaa... uhlalaa.... aku ndak cocok. Kulitku malah menggelap dan kusam. Yah... mungkin sudah takdirku hanya pakai Wardah yang Basic Series.

Tujuh tahun berlalu dan sedikit demi sedikit, beberapa koleksi Wardah ku sudah terganti dengan merek lokal lain. Selain itu, ada rasa pengin coba merek lain dan penasaran sama review yang bilang bagus. Dan begitulah ... tinggal cleanser, toner, dan facial wash Wardah yang tersisa. (Akan aku review di lain kesempatan)

Akhirnyaaa... dua minggu lalu aku cari facial wash Wardah yang warna orange dan ternyata habis, mau ndak mau aku musti cari yang lain. Aku ndak mau pakai produk lain selain Wardah karena menurut aku cuma Wardah yang bikin muka ndak keset dan kering. Apalagi yang facial wash/foam warna hijau. Itu favorit banget.

Lirik seri yang ada, akhirnya aku coba yang seri Perfect Bright Creamy Foam. Harganya ndak jauh beda dengan facial wash/foam sebelumnya. Oke, masuk kantong belanjaan.

Dua minggu berlalu dan aku cukup puas. Hingga tiba si Wardah Perfect Bright Creamy Foam ini ketemu sama jodohnya: Wardah Perfect Bright Moisturizer. Ini kebetulan saja. Saat beli popok bayi dan lihat label "DISKON" di label harganya muehehehe.

Daannn.... duo ini benar-benar jadi duo andalan aku akhir-akhir ini saking tercengangnya aku dengan hasil akhirnya :)

Review masing-masingnya nyusul yaaa ^^

nb: Seri Basic Series sekarang ganti nama: Natural Daily Series. Tapi di kulit aku ndak ada yang berubah. Masih sama-sama lembut dan cocok bangett ^^

Sunday, December 3, 2017

#Jejalan: Feeding Birds



Ini di Tulungagung looooo.....

Tepatnya di Aleon-Aloen Tulungagung. Taman kota yang letaknya di pusat kota ini memang jadi tempat ngadem favorit. Yang aku suka .... tempatnya bersih dan teduh. Juga terlihat rapi.

Kalau yang disukai sama Nyim sih .... sudah pasti kasih makan burung. Satu bungkus jagung harganya hanya Rp1.000,00. Disobek bungkusnya. Taruh di tangan Ayah. Diambil sama Nyim. Disebar ke tanah.

Burrrr..... burung dara pun berdatangan.

Asyiknya ngadem ria sambil mengenalkan sikap peduli sesama, bahkan pada binatang. ^^

Butuh Bujet Berapa?

Sebenarnya bergantung makanan atau mainan apa yang dibeli. Tapi sebagai gambaran, ini bujet yang aku keluarin di Aleon-Aloen Tulungagung:
Parkir 2.000
Jagung 2 bungkus 2.000
Burger ala-ala 10.000
Sosis bakar ala-ala 10.000
Jadi totalnya .... 24.000.

Sangat terjangkau bukaaannnn ^^


Friday, August 26, 2016

#1 MpASI 6+ >> Puree Labu Kuning



Ini makanan pertama Dek Nyim ketika MpASI. Awalnya agak takut juga dia ndak doyan. Tapi ternyata dia doyaaannn banget. Selalu habis bis bissss. Mungkin karena rasa labu kuning itu manis, jadi cocok buat awal pengenalan rasa (sekali lagi ... mungkin lho yaaa).

Labu kuning juga baik buat bayi. Hasil ngulik di Google, ini dia kandungan gizinya:

Memberikan nutrisi penting : Vitamin dan mineral yang ditemukan dalam labu secara ideal sangat cocok untuk perkembangan balita, yaitu kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, vitamin C, vitamin A, folat, riboflavin, vitamin E dan vitamin K. Kalsium dan magnesium membantu membangun tulang kuat, zat  besi untuk memproduksi hemoglobin atau sel darah merah, fosfor untuk fungsi pencernaan, fungsi otak, pembentukan protein, keseimbangan hormon, dll.  Vitamin C adalah unsur gizi penting untuk sistem kekebalan yang kuat, sementara vitamin A adalah untuk penglihatan mata yang lebih baik .
Membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat: Selain sebagai sumber vitamin C , labu juga mengandung beberapa biokimia yang penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Studi telah menunjukkan bahwa labu kuning juga mempromosikan proliferasi limfosit limpa dan menghacurkan aktivitas sel terinfeksi dan kanker .
Sifat obat cacing :Balita lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi mikroba tetapi dari organisme makroskopis dan cacing. Labu memiliki sifat obat cacing yang baik, yang tidak hanya bersifat menyembuhkan tetapi juga pencegahan bila dikonsumsi secara teratur.
Sumber antioksidan : Tidak hanya mengandung vitamin, mineral dan beberapa kandungan biokimia, tetapi waluh juga mengandung antioksidan. Antioksidan adalah biokimia yang berguna untuk mengurangi efek oksidatif pada berbagai organ dan membantu melindunginya. Antioksidan ini tidak hanya penting bagi orang dewasa, balita juga sangat membutuhkannya.
Sifat antimikroba : Labu telah dikatakan diatas memiliki sifat antimikroba. Serangan mikroba pada bayi dan anak-anak lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa. Sistem kekebalan tubuh pada balita atau anak-anak relatif lebih lemah daripada orang dewasa. Dengan demikian, makanan yang bisa memberikan sifat anti mikroba bisa sangat baik bagi balita.
- See more at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/labu-kuning-waluh-sebagai-mpasi-balita-terbaik.html#sthash.SjVmPw15.dpuf

Nah, berikut cara bikinnya:

Bahan:
Labu kuning
Air
ASIP/sufor

Cara membuat:
1. Kupas labu kuning dan potong kecil-kecil.
2. Kukus/rebus sampai empuk.
3. Hancurkan dengan garpu dan haluskan menggunakan saringan. Kalau punya food processor atau baby food maker, itu malah lebih mudah.
4. Campur dengan ASIP/sufor.
5. Suapkan ke baby dan rasakan senangnya melihat dia makan dengan lahap ^^



#Nyimz: Baby Nyimz Belajar Mamam

Akhirnya... Dek Nyim lulus ASI eksklusif ^^. Lancar, sehat, nggak rewel... pinter pokoknya.
Ya, aku bersyukur banget punya baby seperti Dek Nyim. Sejak lahir, Dek Nyim termasuk bayi yang manut. Rewel cuma minggu-minggu pertama lahir. Selebihnya hingga sekarang... jaraaangggg banget rewel.

Kini masuk 6 bulan, saatnya Dek Nyim kenal Mpasi. Sebagai ibunya, rasanya wow untuk melwati masa ini. ^^

Penginnya serba homemade. Bahkan tepung beras pun pengin homemade. Ngulik di Google, caranya nggak susah-susah amat kok. Dan...resep Mpasi juga bejibun beterbangan di aplikasi masak-masakan.

Yeiii udah nggak sabarrr dan semoga Dek Nyim syukaaa ^^




Tuesday, October 20, 2015

#ReviewSingkat: Fujimie



Generasi 90-an, yang konon katanya memiliki masa kecil paling bahagia, pasti pernah ngefans sama jajajan yang namanya Fujimie. Tapi sayanganya, di tahun 2000-an seperti sekarang udah nggak bisa lagi dilihat jajanan yang menyimpan banyak memori itu :(.

Tapiii, kemarin nemu jajanan ini lagi. Namanya sama: Fujimie.

Dari bungkus udah pasti ndak sama. Tapi, dari rasa ... hmmm okelah ada sedikit rasa Fujimie ^^. Lumayan bisa ngobatin kangen masa kecil :)

Selanjutnya, pengin banget makan Anakmas. Mungkin sekarang udah berubah bungkus dan rasanya, tapi pasti ada sedikit hal yang bikin segala kenangan masa kecil kembali terulang :)


#Random: Strawberry yang Tahan Banting


Aku ndak tinggal di dataran tinggi yang dingin. Justru aku tinggal di dataran rendah yang akhir-akhir ini puanaaassss karena hujan belum juga turun.

Tapi, hanya karena kuasa Allah *ciyeh*, buah yang asem manis dan berwarna cerah ini bisa tumbuh subur di depan rumah :)

Tak ada lain yang bisa diucap selain "Alhamdulillah ...." :)

#Random: Dekisugi-kun ^^

Semoga kalau dia laki-laki, dia memiliki semua sifat baik Dekisugi :)
Baik, pintar pelajaran, pintar olahraga, ganteng bingit, pengertian sama perempuan ....
Pokoknya sempurna banget :)


Monday, June 29, 2015

#Nyimz: Minggu ke-9: USG Pertama di Puskesmas

Jadi gini ...
Sudah dua-tiga hari aku ngerasa ada yang aneh tiap kali pipis dan lihat CD. Ada bercak cokelat yang nempel di CD, tapi tipisss dan dikit banget. Hari pertama aku biarin. Hari kedua coba bilang ke Babang dan ibuk. Langsung saja ... semua panik. Nyuruh istirahat total. Nyuruh tiduran aja. Pokoknya jangan kerja berat. Sementara aku sendiri merasa kayak ndak ada apa-apa. Ndak ada keluhan. Ndak merasa nyeri, mules, atau apa pun.

Akhirnya, kemarin (29 Juni 2015) periksa ke bidan. Bu Bidan juga ikutan panik dan langsung kasih rujukan buat USG di Puskesmas. Hmm .. ada senengnya juga sih. Memang sudah lama aku pengin USG. Walau masih terhitung muda, tapi aku cuma pengin lihat dan tahu perkembangan janin di rahim. Apa dia sehat? Apa dia bisa berkembang? Apa dia benar-benar ada di rahim? (Yap, baca beberapa artikel, agak takut sama yang namanya hamil anggur >.<)

Ketika ada kesempatan USG, langsung aku bilang oke (bahkan tanpa minta persetujuan Babang. Tapi syukurlah, dia ngizinin :D)

Hari ini, (Selasa, 30 Juni) ada jadwal USG di Puskesmas. Pukul 08.50 nyampe Puskesmas dan udah banyaakkkk yang ngantri di loket. Ini kali kedua kami (aku dan Babang) datang ke Puskesmas dan masih bingung musti gimana. Akhirnya, setelah tanya, aku hanya numpuk buku KIA di sebuah tempat plastik dan nunggu nama disebut.

Sekitar setengah jam, nama Tiasty Ifandarin disebut. Langsung menuju loket dan ditanyain ini-itu. Nah, karena kami belum punya KK (masih dalam tahap bikin KK), kami harus membayar Rp5.000,00. Hmm ... sejauh ini masih terjangkau.

Langsunglah kami menuju Poli Gigi. Di sini, kami cuma ditanyain apa aku ada keluhan soal gigi. Aku jawab, "Kemarin sebelum hamil, saya sudah cabut semua gigi yang berlubang." Ibu di Poli Gigi jawab, "Oh, alhamdulillah ... kalau tidak ada keluhan. Kalau gitu, bisa langsung ke Poli KIA, ya." Aku senyum dan kami bilang terima kasih. Ohya, Ibu Poli Gigi juga njelasin kalau gigi berlubang ndak bagus buat ibu hamil. Tapi, karena suaranya yang pelan dan lirih, aku ndak begitu paham, tapi cuma manthuk-manthuk muehehe. Setidaknya, sudah tak ada gigi berlubang. Insya Allah aman :)

Lanjut ke Poli KIA. Kembali numpuk buku KIA yang kini sudah ada lembar-lembar keterangan. Nunggu nama disebut sambil ngerasa mual dan mulas. Mual karena bau obat, mulas karena deg-degan >.<. Babang santai saja, cuma main HP dan senyum-senyum tengil. Zzztttt ....

Nama kembali disebut. Masuk ke Poli KIA dan ternyata banyaaakkk banget bidannya. Langsung diminta cek BB dan ukur tensi darah. Alhamdulillah, normal. Dan ... ini dia gongnya ... masuk ke kamar buat USG.

Ada dua tempat tidur, salah satunya ada semacam komputer kecil di sampingnya. Nah, di tempat tidur itulah aku diminta rebahan. Aku melambai ke Babang minta dia masuk, tapi dia ndak mau. Malu mungkin ya. Soalnya, beneran deh ... bidannya banyak bingits.

Setelah rebahan, salah seorang Bu Bidan oles krim di perut. Nah, saat inilah aku lihat Babang masuk. Akhirnyaaa ....

Lalu, perut dielus-elus sama sebuah alat yang dapat memunculkan gambar kondisi janin di perut. Sayangnya, posisi monitor yang sejajar banget sama tempat tidur bikin aku ndak bisa lihat gambar janin. Cuma Babang dan para bidan yang bisa. Sebentar-sebentar, Babang tanya ini-itu ke Bu Bidan. Misal, apa janinnya sehat? Apa dia ndak apa-apa? Semuanya aman? Wah, suamiku ini benar-benar suami hebat. Saat istrinya terbengong-bengong bingung, Babang malah melontarkan banyak pertanyaan yang udah aku pikirin sejak dari rumah.

Selesai tanya-tanya dan konsultasi, Bu Bidan tanya, "Mau dicetak, Bu?" Aku langsung bilang, "Iya." Dan tercetaklah foto janin kami :)


Serrr ... bahagiaaaa banget. Dengar penjelasan Bu Bidan yang bilang kalau keadaan baik-baik saja, ndak ada masalah, sehat semua. Walau masih sangat kecil, tapi semua terpantau oke. Bahkan, bercak kecokelatan juga ternyata bukan masalah serius ... alhamdulillah :)

Selesai USG, Bu Bidan kasih resep untuk ditebus di bagian obat. Nah, sempat galau. berapa kira-kira ya totalnya? Konsultasi, USG, cetak, plus obat. Waaaa ....

Hmmm ini yang aku suka dari Puskesmas. Kami cuma musti bayar Rp35.000,00 untuk semua fasilitas itu. Mungkin kalau kami punya BPJS dan KK, malah cuma Rp0,00. Muehehehe ....

Tapi ndak apa-apa. Yang penting semua sehat, semua senang. Alhamdulillah. Ndak sabar untuk kontrol lagi bulan depan >.<

USG memang bikin kedanan >.<

Friday, June 26, 2015

#Nyimz: Minggu ke-9: Sensi dan Nggak Boleh Makan Ini-Itu



Mi instan
Snack berbumbu
Semua snack di minimarket
Sayur pedes
Sambal pedes
Es
......

Zzzztttt ... rasanya gimanaaa gitu ndak boleh makan yang tersebut di atas. Sebenarnya masih banyaakkk lagi. Aku tahu, makanan dan minuman di atas memang ndak baik buat bumil. Tapi ... rasanya masih susah ninggalin kebiasaan untuk "benci" sama daftar di atas.

Nah, kalau sudah begituuu ... bawaannya pingin marah ajah. Logikanya begini: lapar, tapi ndak boleh makan dan minum ini-itu. Ini di luar konteks puasa, ya, yang memang harus nahan haus dan lapar. Kalau udah marah karena lapar, yang kena dampaknya mesti Babang. Muehehehe .... Dan dia cuma senyum-senyum tengil kayak biasa. Kalao ditanya kenapa malah senyum, jawabannya, "Ya dinikmati aja."

Selama 9 minggu ini, aku amat sangat berusaha buat suka sama salad sayur, salad buah, roti, dan makanan sehat lainnya. Ini demi dedek bayi imut yang ada di peyut. Hihihi .... Kalau inget ini, semua kekesalan karena ndak boleh makan atau minum yang di atas, rasanya hilang.

Aku pengin kasih yang terbaik buat dedek bayi dalam peyut ^^

Sunday, June 21, 2015

#Nyimz: Minggu ke-8: Puasa dan Morning Sick

Alhamdulillah, sudah menjalani beberapa hari puasa. Walau pagi terasa mual dan siang hari lemes banget, alhamdulillah ... semua bisa terlampaui hingga hari ini. *Nggak boleh sombong. Jangan-jangan hari ini teler >.<*

Dan, menjalani puasa saat hamida alias hamil muda kayak gini memang penuh tantangan. Apalagi kalau bukan ... morning sick. Hoek-hoek deh ... :(

Inilah rutinitas selama beberapa hari puasa:
1. Bangun pukul 3 dan nyiapin sahur. Puasa pertama kemarin masih ditemani hoek-hoek. Tapi semakin ke sini, semakin berkurang. Nafsu makan juga masih ada.

2. Pukul 4 lebih menjelang Subuh, beresin makanan, sikat gigi, dan wudu. Masih juga ditemani hoek-hoek, apalagi waktu sikat gigi. Ugh ... andai bisa skip kegiatan ini >.<

3. Setelah shalat Subuh, ngaji bentar dan lanjut bobok. Kemudian, bangun lagi ndak tentu waktunya. Kadang pukul 6, kadang pukul 7, bahkan pernah pukul 8. Yang dirasain cuma tiga: mulut pahit, pusing, dan mual. Asam lambung serasa naik. Pengen muntah saat itu juga. Tapi tetap saja, cuma hoek-hoek di tempat tidur, bahkan lanjut di kamar mandi saat rutinitas mandi dan nyuci baju.

4. Siang hari, saat lemes-lemesnya. Seringnya, pengin mokel alias buka puasa di siang hari pake yang asem-asem. Misal rujak buah, belimbing asam, atau sayur asem. Zzzz ... tapi ndak mungkin dan ndak bisa. Akhirnya, cuma bisa tiduran dan main HP. Kadang juga ditemani hoek-hoek. Seriusan. Morning sick ndak juga saat pagi, tapi siang juga. Kelamaan tidur bikin mulut makin pahit. Bangun dikit, pasti hoek-hoek >.<

5. Sore hari, beres-beres rumah dan mandi. Nah ini ... waktu yang paling aku senangi. Rumah udah bersih dan badan udah seger. Berasa punya nyawa lagi hehehehe. Saat ini biasanya aku gunain buat jaga warnet (di rumah ortu ada warnet kecil) sambil ngaji bentar nunggu adzan maghrib. Kalau ndak, bantu ibuk dan adek bikin takjil. Ini berasa semangat banget. Kenapa ndak dari pagi kayak gini yaaaa ....

6. Maghrib, buka puasa seperti biasa. Nafsu makan ada dan alhmdulillah semua makanan masuk. Lanjut shalat Tarawih juga aman-aman saja. Cuman, kadang ngantuk pas Tarawih. Muehehe ....

7. Selesai shalat Tarawih, santai-santai sambil nyemil yang ada. Seringnya kerupuk dan keripik. Alhamdulillah ... bisa nyemil kayak gini :)

8. Pukul 9 menjelang tidur. Kadang masih berhoek-hoek kalau merasa kekenyangan. Tapi kadang aman-aman saja. Tidur pulas menyambut esok hari.

Hmf ... hamida saat puasa kadang terasa berat. Tapi, Babang selalu kasih semangat. Dia memang nyaranin buat puasa. Ibuk juga. Tapi, kalau bener-bener ndak kuat dan keluar muntahnya (sampai saat ini cuma hoek-hoek tanpa keluar apa pun dari lambung), mokel juga ndak apa-apa. Semampu aku aja.

Duh, kalau udah kayak gini ... gimana bisa mokel coba? Disemangatin terus. Walau mual tiap pagi dan lemes tiap siang, tetap harus semangat. Inysa Allah berkah buat dedek bayi di perut ^^

nb:

Tuesday, June 9, 2015

#Nyimz: Minggu ke-6



6 minggu. Wow ... masih agak bingung dengan beberapa perubahan. Masih agak aneh. Masih harus terus belajar dan bertanya tentang apa-apa dan bagaimana-bagaimana.
Nah, selama 6 minggu ini ... peruabahan yang paliinngggg sering aku rasain:

1. Sering mengutarakan keinginan, apalagi soal makanan. Hahaha ... iyah. Ini terjadi paling sering saat 5 minggu pertama. Padahal, sejak dulu pacaran, kalau aku pingin suatu makanan, aku lebih sering diem. Dan diem-diem juga belinya. Hahaha.
Nah, entah kenapa, sejak tahu kalau lagi hamil, begitu tebersit nama makanan, langsung diucapin. Pernah suatu pagi, udah lima makanan yang aku sebutin. Dan semuanya pengin dimakan.
Mulai dari Subuh pas bangun tidur, "Bang ... nanti sarapannya pecel ya". Babang cuma bilang, "Ya."
Nggak lama, bilang lagi, "Di sini yang jual nasi kuning di mana ya?" Babang jawab, "Di pasar ada."
15 menit kemudian bilang lagi, "Kemarin aku udah BBM temen yang jual piza, katanya free ongkir kalo diantar ke rumah." Kali ini Babang cuma senyum-senyum tengil.
Setengah jam kemudian, lihat tanaman kangkung di depan, ngomong lagi ,"Katanya kamu mau bikinin aku oseng kangkung. Manaaa?" Lagi-lagi, Babang cuma senyum tengil, plus geleng-geleng.
Ending. Akhirnya kami sarapan nasi dan telur yang ituuu sangaattt mantap jaaayyaaaa rasanyaaa hahahaha.

2. Sering nyeplos tentang sesuatu. Sebelum hamil, aku paling bisa nyimpen omongan, alias paling males kalau disuruh gosip. Kalau ada orang kumpul dan nggosip, aku lebih milih pergi dan mojok nonton film. Tapi sekaraangggg ... musti  ekstra hati-hati dan ekstra tenaga banget buat nggak bilang yang aneh-aneh. Misal, ngomongin fisik orang, ngomongin suara orang, ngomongin buruknya orang. Sekarang kok jadi susaaahhh >.<
Tapi, kalau udah telanjur bilang, cuma bisa elus-elus perut sambil bilang istigfar :)

3. Sering capek dan pegel. Dulu, aku dikenal sebagai multitasker *ciyeh*. Lima kerjaan bisa beres dalam satu waktu. Tapi sekaraaanggg ... nyapu dikit, udah capek. Nyuci dikit, udah udah pegel-pegel. Nyetrika lima baju, udah males. Kalau udah kayak gini, pinginnya bobok cantik ajah. Tapi tapiiii ... :(
Hihihi ... tapi ada senengnya juga nih. Tiap malem, Babang jadi rajin mijitin kaki dan tangan, walau seringnya aku yang ngingetin >.<. Tapi, pijitan kamu aduhay, Bang. Bikin ilang semua rasa capek dan pegel. Saat-saat kayak gini yang bikin bumil yang seneng melayang :)

4. Mood yang naik-turun. Kadang mudah merasa seneng. Nggak tahu kenapa, seneng aja gitu. Mungkin karena inget kalau ada Dedek Imut di dalam rahim yang lagi bobok anget :). Kalau udah seneng gini, ngerjain semua hal terasa enteng. Kagak ada deh rasa capek, ngantuk, males-malesan. Hmmm ... tapi ini kadang >.<
Seringnya, malah mood turun. Sering tiba-tiba sedih. Ada masalah dikit, nangis. Nonton yang sedih-sedih, mewek. Pernah juga sampai meraung-raung yang bikin Babang bingung. Setelah ditanyain alsannya, ternyata alasannya sangat sepele >.<. Oh bumiillll.
Sering juga tiba-tiba merasa kesel, sebel, pingin marah. Ini biasanya karena bada udah capek banget dan pingin cepet tiduran, tapi kerjaan masih banyak. Kalau udah kayak gini, disenggol dikit .. aw, keluarlah sisi Leo dalam diri >.<
Lagi-lagi, kalau ini telanjur terjadi, cuma bisa elus-elus perut dan istigfar :)

5. Mual. Nah, ini dia nih tanda-tanda hamil yang paling populer. Sering kan kita lihat di tivi-tivi gitu. Abis bangun tidur, si cewek pegang mulut dan perut terus lari ke kamar mandi buat muntah. Atau pas sarapan, tiba-tiba si cewek lari ke wastafel dan muntahin semua makanan di perutnya. Yieekk ... jijik banget deh >.<
Tapi alhamdulillah, sampai usia 6 minggu ini, aku belum mengalaim mual yang sampai muntah. Malahan, 5 minggu pertama aku jalani ber-lalala-yeyeye karena makan terus. Mulau minggu ke-6, baru deh ada sedikit rasa eneg kalau kebanyakan makan, lihat yang jorok-jorok, atau kebanyakan tidur.
Kebanyakan tidur? Iyes, kurang tidur jadinya mual. Kebanyakan tidur, jadinya mual juga. Nah lho >.<
Tapi, aku nggak punya riwayat sakit mag, jarang juga mabuk perjalanan. Karena itu, hampir lupa gimana rasanya muntah. Dan, mual-muntah inilah yang paling aku takutin dari semua tanda kehamilan. Hiks ... jangan sampai aku mual-muntah yang parah. Takutnya malah muntah hebat kalau lihat muntahan sendiri. Hiiyyy ... jangan sampaaiii >.<



Wednesday, May 20, 2015

#Nyimz: 21 Mei 2015

Akhirnya, bisa kasih hadiah tiga bulan yang indaaahhh banget buat Babang ^^


Padahal bulan kemarin didiagnosis posisi rahim miring. Bisa punya anak, tapi laamaaaa. Kemudian diajakin Ibu ke kenalan tetangga yang katanya bisa "benerin". Dan akhirnya ... bulan ini bisa lihat dua setrip!

Bye bye rasa malu karena tiap bulan beli test peack di apotek langganan.
Please welcome our new life ^^

:)

Semoga kami selalu baik-baik saja dan sehat hingga engkau lahir di dunia :)

Wednesday, February 11, 2015

Buat Calon Pengantin, Yuk Cek Kesehatan


Foto itu diambil beberapa menit setelah suntik TT. Yup, aku akan menikah ^^

Alhamdulillah. Setelah hampir 5 tahun, akhirnya aku bisa pacaran secara halal ^^

Tapi, seperti beberapa calon pengantin lain, sebelum sah menjalani pacaran halal itu, ada hal-hal yang harus dipenuhi. Aku sih ndak ngerasain ribetnya, tapi calon suami (ciyeh .. suami >.<) lah yang merasakan ribetnya urus ini-itu. Iya, dia asli Sumatra Utara yang notabene musti nyebrang laut kalau ingin menikah denganku *masih malu ini nulisnya >.<*

Tapi, cinta mengalahkan segalanya *ihirr*. Syarat-syarat itu satu per satu terpenuhi ^^

Hingga akhirnya ... tibalah bagian cek kesehatan.

Pada hari yang telah ditentukan, aku dan Babang (sebut saja Babang adalah calon suami aku >.<) datang ke Puskesmas Kauman (aku tinggal di Kecamatan Kauman). Setelah urus administrasi, kami diminta pergi ke bagian KIA untuk menjalani beberapa pemeriksaan. Cek BB, TB, LL, golongan darah, dan tensi darah. Khusus bagi calon pengantin wanita, plus tes urine dan suntik TT. 

Alhamdulillah, hasilnya masih negatif yang menandakan aku masih perawan ting-ting hahaha :))

Setelah semua rampung, ibu petugas KIA memberi 4 wejangan yang biasanya ditujukan kepada calon pengantin:
  1. Anda barus saja disuntik TT 3 .... (Aku lupa lanjutannya. Pokoknya, ibu petugas KIA menjelaskan tentang imunisasi yang selama ini sudah aku jalani.)
  2. Kalau nanti sudah menikah dan merasakan tanda-tanda kehamilan. langsung diperiksakan ya. (Setelah mendengar ini, langsung tersipu malu >.<)
  3. Kalau nanti sudah melahirkan, boleh langsung KB. (Babang ndak setuju, atau mungkin belum setuju, KB secepat itu. Yah, kita lihat nanti :D)
  4. Sebaiknya berikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. 
Yap, setelah wejangan itu, berakhirlah sesi cek kesehatan. Kami diminta pergi ke bagian kasir untuk membayar biaya pemeriksaan dan menunggu surat pengantar yang nantinya dilampirkan sebagai salah satu berkas di kantor agama.

Alhamdulillah.

Oh iya, sebagai gambaran beberapa teman yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah, berikut rincian biaya:
  • Adminstrasi Rp10.000,00
  • Tes urine Rp10.000,00
  • Biaya cek kesehatan dan suntik TT Rp30.000,00
Totalnya Rp50.000,00 tepat. ^^


Tuesday, January 27, 2015

Gagal Registrasi Paket Internet Mingguan dari IM*

Aku sudah pakai nomor IM* sejak awal kuliah, yang berarti sudah 7,5 tahun aku setia dengannya *ciyeh*. Selama ini, aku suka-suka aja dengan segala paket yang ditawarkan. Mulai dari paket SMS sampai yang beberapa tahun ini sedang booming: paket internet.

Tapi, hari ini aku kecewa sekali :(. Entah ada trouble atau gimana, tapi registrasi paket internetku sampai malam ini, sampai detik ini, belum juga dikonfirmasi :(.

Jadi gini, tanggal 27 Januari 2015, hari ini, paket kuota Rp29,900,00 habis masa aktifnya. Jadi, hari ini juga aku musti registrasi paket baru. Tapi, karena satu dan lain hal, aku berencana hanya menggunakan paket mingguan.

Oke, pukul 10.00 tadi pagi, aku beli pulsa Rp10.000,00. Langsung aku daftar paket kuota satu minggu 250 MB (yang ternyata lebih banyak bonusnya daripada kuotanya >.<) dan langsung aku tinggal berkegiatan. Tanpa cek SMS konfirmasi. Aku terlalu PD dengan pop up saat ada SMS masuk yang aku baca dari Indosat. Sampai empat SMS pula.

Sekitar sore, pukul 14.00, aku cek HP dan ternyata ... internet ndak jalan >.<. Aku cek, pulsaku tinggal Rp311,00. Hmf, karena aku lupa cek pulsa terakhir, aku pikir pulsa teleponku memang berkurang untuk paket internet mingguan. Masih berbaik sangka, aku lanjut berkegiatan. Walau masih ngganjel juga kok 250 MB cepet banget habisnya. Padahal cuma buat chatting dan main Line Let's Get Rich satu kali (ada update-an dari game ini yang harus diunduh, tapi gagal karena aku sadar  paketku sudah habis).

Malamnya, sekitar pukul 20.00, aku kembali beli pulsa. Rp10.000,00. Sampai kos, langsung aku daftar paket internet mingguan. Dan ... ladalah ... dapet balesan begini:


Ya ampuuunn, jadi dari pagi tadi registrasi paket internet mingguanku ndak dikonfirmasi. Jadi, aku chat dan maen Line Let's Get Rich pake pulsa telepon. Pantesan mahal bingit >.< Duh Gustiiiiii ....

Nggak menyerah, aku langsung gugling, cari teman-teman yang senasib sama aku. Dan, beberapa laman Google membawa aku ke teman-teman itu.

Mereka juga pernah mengalami masalah seperti ini dan mereka menawarkan beberapa solusi:
  1. Restrat HP dan registrasi ulang. Udah aku lakuin, tapi tetap gagal.
  2. Tinggal tidur dan tunggu besok pagi. Hmm, ini rencananya akan aku lakukan.
Rencana? Iyap, rencana. Dan, itu tinggal rencana. Beberapa menit lalu, setelah aku buka aplikasi chat dan Instagram, aku cek pulsa dan ternyata tinggal:


Rrrgghhh ... padahal aku chatting cuma bentarrr. Bahkan, Instagram ndak jadi aku buka saking lemotnya. 

Karena kenyataan itulah aku ceritain apa yang aku alami di sini. Hmf, aku kecewa. Sekali. Banget. Nian. Sangat. Bukan masalah karena aku sudah keluarkan Rp20.000,00 yang menurutku percuma karena aku belum menggunakan secara maksimal, tapi karena kesetiaanku yang dibalas dengan air tuba *lebay*.

Tapi, ndak semua salah IM* sih, ada juga salahku di sini.
  1. Kenapa aku ndak cek SMS ketika registrasi pertama?
  2. Setelah beli pulsa kedua, kenapa aku buka chat yang walau sebentar tapi ternyata menyedot banyak pulsa?
  3. Kenapa aku ndak sabar dan nunggu besok pagi saja?
Huft, mungkin saat inilah kesetiaanku diuji. Apa aku tetap bertahan saat provider yang aku sayangi mengecewakanku seperti ini?

Mungkin besok pagi kan daku temukan jawabannya.

Hoam, good night, all. Semoga esok kan lebih cerah. 

(Dengan catatan, aku musti BELI pulsa LAGI. Okeh fine, aku kan kaya raya. Hmf.)

Thursday, January 22, 2015

Guilty vs Happy (Jumat, 23 Januari 2015)


Ngabisin uang. Aw >.<

1. Herborist Lulur Tradisional Bali Milk Extract plus Whitening


Katanya, calon pengantin harus luluran. Entah siapa yang bilang, tapi bagiku oke saja. Kalau nggak saat-saat seperti ini, kapan lagi aku luluran? Pilih yang varian milk karena baunya paling mendekati bau pengantin *apa sih?*

2. Wardah Body Butter Milk and Pearl


Ini juga aku pilih karena mengandung susu yang melembutkan dan mutiara yang bikin kulit jadi bling-bling. Katanya, yak ... katanya. Ohya, bau susunya vanila banget >.<. Musti dikit aja pakainya biar ndak enek.

3. Citra Body Lotioan Minyak Almond dan Alpukat


Agak lama pilihnya. Pertarungan antara Citra atau Vaseline. Dan ... dimenangkan Citra >.<. Lebih murah dan udah turun-temurun pakai Citra. Cucok gitu. Pilih ini juga karena mengandung SPF 20 PA++. Jadi, kulit ndak tambah gosong.

4. Wardah Lightening Day Cream Step 2


Sebenarnya ndak mau yang bentuk cepuk gini, lebih mahal. Tapi, oke gpp. Untung diskon 20% muehehehe.

5. Wardah Lightening Facial Serum


Nah iniiiii ... entah kenapa tadi beli ini >.< hiks. Tapi emang cocok, tapi ... serum yang di kos masih ada >.<

6. Makarizo Hair Mask


Udah coba yang sachet. Cocok dan bikin rambut lebih lembut ^^

7. Elips Vitamin Rambut


Pilih yang Shinny Black, biar rambut lebih hitam dan berkilau, ndak kusam, dan membuat wajah lebih cerah ^^


Ough ... kenapa ini melanda diriku. Guilty dan happy setelah belanja >.<

Tapi, semoga bermanfaat >.<

Kebutuhan Tiap Orang Itu Beda

Beberapa minggu yang lalu, di sebuah gerbang salah satu universitas di Jogja, nemu ini:



Hmf, aku tafsir, harganya sekitar Rp150.000,00. Mungkin baru dimakan sepertiga bagian yang lebih kurang Rp50.000,00. Dengan kata lain, Rp100.000,00 terbuang begitu saja :(

Padahal, uang Rp100.000,00 itu bisa buat beli banyak hal:

  1. Pelembab siang dan malam yang memang kebetulan habis Rp40.000,00.
  2. Bakwan kawi Rp5.000,00.
  3. Cemilan kiloan tapi belinya seperempat kilogram aja Rp4.000,00.
  4. Baju atasan di Puja Rp20.000,00.
  5. Beras 1 kg Rp9.000,00.
  6. Telur seperempat kg Rp5.000,00.
  7. Bensin Rp20.000,00.
Total Rp103.000,00. Ndak pa-pa kalau harus nambah Rp3.000,00 >.<

Tapi ... kebutuhan orang memang beda, kan? Dan, alangkah baiknya bila Rp100.000,00 yang berbentuk dua per tiga kue tart ndak harus melayang begitu saja. Setidaknya, nikmati bersama sambil ngobrol santai dengerin sang empunya ulang tahun cerita riwayat hidupnya itu menyenangkan juga lho ^^

So Long, Jogja



Iseng mengganti lokasi di aplikasi cuaca smartphone. Mengembalikan memori.

Cerah berawan. Itulah yang sedang terjadi di kampung halaman. Dan membuatku memikirkan beberapa hal.

  1. Cerah berawan, apakah cucian Ibu bisa kering?
  2. Cerah berawan, jadi adikku ndak kehujanan ketika pulang sekolah.
  3. Cerah berawan, jadi Bapak ndak kehujanan ketika harus tugas di luar.
  4. Cerah berawan, tapi apakah mereka dan tetangga kepanasan?
  5. Cerah berawan, tapi apakah akan turun hujan?
  6. Cerah berawan, tapi apakah ....
Ya, aku akan tahu beberapa hari lagi. Dengan kata lain, harus ada farewell party dengan Jogja. 
7,5 tahun. Bukan waktu yang singkat.

So long, Jogja :(

Monday, January 12, 2015

Ritual Minggu Senja: Mini Facial dan Mini Spa

Ritual hari Minggu. Mumpung masih bisa mengerjakan hal yang agak ribet seperti ini ^^


Ada dua ritual yang biasanya aku lakukan saat Minggu senja: mini facial dan mini spa. Dua-duanya dari Wardah. Yuk intip langkah-langkahnya ^^

A. Mini Facial dari Wardah
1. Wardah Milk Cleanser


Ini langkah awal untuk memulai mini facial. Tuang milk cleanser ke telapak tangan, secukupnya aja yak. Wardah Milk Cleanser ini padat banget soalnya, dikit aja sudah cukup.
Nah, karena saking padatnya, aku bisa deh pijat-pijat muka. Biar nggak keriput dan makin kinclong muehehehehe. Banyak tutorial face massage di Youtube ^^
Kalau udah, ambil kapas dan bersihkan dengan lembut.

2. Wardah Peeling Cream


Setelah milk cleanser bersih, saatnya peeling ^^.
Basahi wajah. Lalu, tuang Wardah Peeling Cream ke telapak tangan. Totol ke wajah dan ratakan. Pijat lembut.
Peeling cream ini mengandung butiran scrub, jadi bisa angkat kotoran. Usap-usap wajah dengan lembut, soalnya butirannya lumayan kasar. Bayangin aja, wajah kamu "diamplas" dengan kasar. Pasti sakit :P.
Setelah kotoran rontok, bersihkan dengan kapas yang dicelupkan telah air hangat dan basuh muka dengan air hangat. Keringkan dengan handuk lembut.
Hmmm, setelah pakai Wardah Peeling Cream, mukaku jadi lebih cerah dan bersih ^^

3. Wardah Facial Mask


Wajah udah bersih, saatnya pakai masker ^^
Tuang Wardah Facial Mask di wadah/telapak tangan, lalu usapkan ke wajah. Hindari daerah mata dan bibir yak.
Alangkan senangnya kalau aku punya kuas masker. Tapi, sayangnya masih malas banget untuk keluar bentar beli kuas masker :D.
Tik tok tik tok ... tunggu sampai kering.
Ohiya, masker ini boleh banget dicampur serum atau madu. Nanti lebih kinclong lagi mukanya ^^
Sip ... udah kering, tinggal bersihkan dengan kapas dan basuh dengan air (nggak hangat juga nggak apa-apa).

4. Wardah Pure Olive Oil


Aku pakai olive oil ini selama nunggu masker kering, untuk mengurangi kantung mata dan massage  bibir.
Tuang ke jari telunjuk dan oleskan ke kantung mata.
Untuk massage bibir: tuang ke telunjuk dan oleskan di bibir, Pijat lembut. Tutorial pijat bibir banyak di Youtube ^^
Sebelum membersihkan masker, bersihkan olive oil dengan kapas/tisu.
Kantung mata berkurang dan bibir beberapa tingkat lebih cerah dan lembut ^^

5. Wardah Face Toner


Wajah udah bersih, saatnya bikin segar.
Facial itu bikin kulit kering, soalnya "pekerjaannya" lebih daripada pembersihan biasa. Nah, inilah fungsinya Wardah Face Toner.
Tuang Wardah Face Toner ke kapas dan tepuk lembut ke wajah.
Sumpah deh, wajah bakalan lebih besar dan segar, tanpa perih tentunya ^^

6. Wardah Lightening Night Cream/Day Cream/Mouisturizer Cream
Jangan lupa, setelah proses mini facial selesai, pakai pelembab yak, agar wajah nggak kering atau malah menambah minyak ^^


Aku suka melakukan mini facial ini saat malam menjelang tidur. Dijamin, besok bangun pagi lebih ceria. Karena ... begitu bangun tidur dan melihat cermin ... waw, wajah sangat bersih dan makin cantik ^^


B. Mini Spa dari Wardah
1. Wardah Body Scrub


Senja hari, saatnya mandi cantik ^^
Aku pakai yang varian olive, karena lebih lembap dan baunya menenangkan. Cara pakai juga nggak ribet, hanya sebagai pengganti sabun. Dan karena ini mengandung scrub, jadi pembersihan lebih sempurna ^^
Setelah mandi pakai Wardah Body Scrub ini, badan jadi lembut, halus, wangi, dan suasana jadi nyaman ^^

2. Wardah Body Butter


Ini aku pakai sebelum tidur, lebih aku utamakan daerah yang kering, misalnya siku, lutut, dan sekitar telapan kaki/tumit.
Sangat oily (beberapa nggak suka dengan body butter yang terlalu oily, tapi nggak masalah buat aku). Wanginya senada dengan body scrub.
Setelah pakai Wardah Body Butter, nggak ada sedikit pun rasa kering di kulit. Begitu bangun pagi esok hari, kulit masih lembut (dan wanginya juga nempel di kasur, jadi menimbulkan "bau lokal" yang wangi menenangkan ^^).

Yak, selesai sudah ritual Minggu senja. Hmmm, memang sedikit ribet, tapi kalau rutin, hasilnya bisa terlihat dan dirasakan juga kok ^^

Intinya: jangan malas dan jangan sampai bolong ^^

Selamat berritual ^^

Saturday, January 3, 2015

Cho Cho Milk Chocolate

Ada yang menarik hati saat nemenin Adek belanja.

Ada sebatang cokelat yang entah kapan kali terakhir aku memakannya. Harganya murah, Rp530,00.
Cokelat kecil dan tipis, tapi penuh kenangan.


Cho Cho Milk Chocolate.
Mmmm, rasanya agak berbeda dengan kali terakhir aku memakannya. Rasanya agak asin.
Tapi sejauh memakannya sampai habis, aku suka dan ingin makan lagi ^^
Cho Cho