Thursday, November 2, 2017

#ReviewSingkat: La Tulipe Stay Matte No. 04

Akhirnyaaaa ... setelah teracuni selama berbulan-bulan, .... aku beli lip ceram jugah!

Aku mau cerita sedikiiittt.

Sebelumnya, aku sama sekali ndak kepengen beli lip cream. Pergi aja jarang, apalagi musti dandan gitu. Dunia perlipenanku cuma diisi Wardah dan Purbasari, dua produk lokal yang terkenal apik dan murah *tetep "murah" sebagai catatan penting!*. Lip cream sama sekali ndak terbayang. Sekelebat pun nggaakkk. Karena di bayangan aku, lip cream itu lebih mahal daripada lipstik.

Dan... selama sebulan belakangan, aku  intens banget ngeliatin vidio dari beauty vlogger. Kebanyakan dari mereka memfavoritkan lip cream buat pulas bibir. Dari situlah aku mulai melirik-lirik lip cream. Mulai gugling review sampai tutorial pakai lip cream.

Selain teracuni beauty vlogger, aku juga sadar kalau beberapa lipstik itu pating blentong kalau mau hilang. Entah itu karena makan atau kelamaan pake. Istilahnya ... staying power-nya ndak oke. Juga, dari beberapa review bilang kalau lip cream lebih bagus dan tahan lama. Cocok kalau dipakai ke kondangan. Atau bisa juga pakai warna nude untuk kerjaan sehari-hari.

Lip Cream Apa yang Dipilih?

Ini aku juga mau cerita sedikit.
....
Aku sadar aku bukan ibu rumah tangga yang punya penghasilan sendiri. Aku juga punya banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Jadi, alokasi uang dari suami bukan melulu untuk make up. Jadi, aku musti pintar pilih lip cream yang murah tapi bagus.

Itu berarti aku harus pilih lip cream lokal ... atau istilah mbak beauty blogger dan vlogger ... DRUGSTORE. Wardah, Pixy, Purbasari jadi incaran aku. Selain harganya yang lumayan oke, review nya juga rata-rata bagus.

Waktu belanja bulanan kemarin, aku langsung sambangi counter-nya Pixy dan Wardah karena keduanya deketan. Mmm ... jadi di sini, model counter make up-nya itu ... beberapa counter yang pegang 1-2 orang. Dan itu biasanya gantian. Jadi, Mbak Sariayu bisa pegang counter Make Over dan lain-lain.

Setalah lihat-lihat stok warna di etalase, aku naksir PIXY yang nomor 1: Chic Rose. Warnanya cantik. Harganya cuma Rp40.000,00.

Lalu, datanglah Mbak SA-nya. Aku baca name tag-nya dari La Tulipe. Wah, alamat bakalan ditawarin La Tulipe!

Dan bener ajaaa ... setelah aku bilang mau PIXY yang nomor 1, Mbak-nya langsung bilang, "Nggak mau coba La Tulipe, Mbak? Isinya lebih banyak dan lebih bagus lho." Dan dasarnya aku yang punya sifat nggak enakan, aku langsung bilang, "Boleh."

Bla bla bla ....

Akhirnya aku beli La Tulipe doonkkkk..... Padahal aku belum pernah lihat reviewnyah!

Shade Apa yang Dipilih dan Review

Aku pilih shade nomor 04 dari lip cream La Tulipe Stay Matte. Warnanya nude coklat muda. Mauve mungkin kalau Mbak beauty vlogger dan blogger bilang. Karena nude, jadi aku percaya diri pakenya. Dan kata Mbak La Tulipe, yang shade nomor 4 ini emang best seller. Huft, lumanyan menenangkan.

Besoknya, langsung aku coba. Dan warnanya memang masuk ke warna kulit aku yang sawo matang cenderung kuning. Ndak neon. Warnanya memang coklat muda, jadi terlihat natural.

Staying powernya oke loh. Aku pake setelah sarapan sampe pulang ngajar dan urus ini itu sampe Dzuhur, masih ada warnanya. Lalu coba buat aku makan, warnanya juga masih nempel. Ya ... walau ada beberapa yang hilang, tapi ndak pating blentong. Aman.

Kalau masih basah alias baru dipulas, masih nggak transferproof dan nggak kissproof. Tapi kalau udah kering, transferproof dan kissproof. Proses keringnya juga cepet.

Harga

Cuma Ro46.000,00. Untungnya masih sangat terjangkau ^^

Kesimpulan
(+) Staying power oke
(+) Warna aman, karena aku pilih yang nude
(+) Setelah kering, transferproof dan kissproof
(+) Cepat kering dan matte.
(+) Bau oke, nggak mengganggu.
(+) Harga oke banget

(-) Setelah makan yang berminyak, mulai ngecap juga di gelas dan makanan. Tapi bisa touch up lagi biar transferproof dan kissproof lagi :)

Repurchase

Yes banget. Plus pengen coba shade yang lain ^^

Foto


Ini setelah 2 jam pake. Fotonya bareng Nyimz.

Nb: Aku juga tetep beli lip cream PIXY. Akan aku review nanti ^^

Sunday, October 22, 2017

#Jejalan: Kampung Susu Dinasty

Sebenarnya, hampir tiap weekend aku menyempatkan diri buat jalan-jalan. Walaupun cuma sebentar, tapi aku berusaha banget buat jadiin waktu sebentar itu jadi "family time". Nggak apa-apa cuma di taman deket rumah atau sekedar makan bakso ... yang penting kumpul bareng orang-orang tersayang aku.

Tapiiiii.... karena sekarang aku jadi guru PAUD plus ngurusin toko plus punya batita yang aktif, waktu buat buka laptop jadi berkurang. Jadi lamaaaa banget ndak update di blog ini.

Tapi lagiii... hari ini aku berhasil menyempatkan waktu buat nulis di blog lagi. Yeayyy....

Kali ini ke mana?

Kampung Susu Dinasty. Lokasinya di Jalan Raya Gondang, Sidem, Tulungagung. Udah lama denger tentang tempat wisata edukasi ini. Aksesnya cukup mudah. Cukup mengikuti Jln. Raya Gondang, sampai ada gapura Desa Notorejo yang ada plang "Kampung Susu Dinasty", masuk saja dan ikuti jalan. Yang memudahkan banget adalah di tiap tikungan ada plang "Kampung Susu Dinasty". Jadi.... bagi para pelancong luar kota insya Allah ndak akan tersesat. Ndak perlu turun kendaraan buat tanya warga sekitar. Ndak perlu boros baterai buat nyalain GPS :D.

Ada apa di sana?

Ada sapi tentunya. Ada juga kuda. Pengunjung bisa ikut memerah sapi. Tapi hanya tiap pagi dan sore. Kalau ndak sempat ikut memerah, ada juga produk susunya. Bisa langsung diminum. Beraneka rasa. Cocok banget buat oleh-oleh. Botol kecil sekitar Rp7.000,00 dan botol besar 800 ml sekitar Rp18.000,00. Dan...karena ini susu sapi segar murni tanpa pengawet, susu ini hanya mampu bertahan 5 jam di luar lemari pendingin, 2 hari di lemari pendinging, 2 minggu di freezer. Kalau bisa langsung diminum setelah dibuka. Ndak rugi kok... segar dan susunya kerasa banget. Nyimz aja langsung habis satu botol kecil.

Selain itu, ada pula wahana menunggang kuda, food court, mini market, arena bermain, dan tempat-tempat foto yang instagramable bangetttt. Tapi sayangnya ... karena aku datangnya hari Minggu, spot-spot fotonya jadi tempat duduk dan ndak begitu instagramable. :(

Butuh bajet berapa?

Karena aku ke sana naik motor dan bawa anak kecil, bajet yang aku keluarkan sebanyak ini:
Bensin                                     8.000
Susu botol kecil dan besar 2 43.000
Parkir                                             0
Tiket masuk                                   0
Jadi totalnya Rp               51.000,00

Cukup terjangkau lah yaw.... ^^

Foto





Nb: Sorryyyy fotonya selfi. Padahal biasanya aku antiselfi hahahaha